Dinkes Sampang Minta Maaf Soal Isu Hoax Korona

Mohammad Ghazi
17/2/2020 17:55
Dinkes Sampang Minta Maaf Soal Isu Hoax Korona
WNI dari Wuhan tiba di Bandaha Halim PK, Sabtu (15/2)(MI/Pius Erlangga)

PIHAK RSUD dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang, Jawa Timur dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyatakan permintaan maaf ata ters beredarnya informasi hoax seputar pasien suspect korona yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr. Mohammad Zyn .

Permintaan maaf itu dilakukan dengan mendatangi rumah Laili Nadhifatul Fikriyah, mahasiswa asal Samoang yang pulang dari Tiongkok. Sebelumnya, pihak keluarga Laili melayangkan somasi ke pihak RSUD karena merasa nama baiknya tercemar akibat isu tersebut.

Pelaksana tugas Kepala Dinkes Sampang, Agus Mulyadi, mengatakan kedatangannya beserta rombongan RSUD dr. Mohammad Zyn untuk meminta maaf atas beredarnya isu hoax tersebut. Apalagi berdampak pada kejiwaan Laili Nadhifatul Fikriyah karena baru beberapa pekan tiba dari Tiongkok.

"Kami, baik dari Dinkes maupun RSUD meminta maaf atas beredarnya isu tersebut. Semoga kedatangan kami dapat memulihkan dampak kejiwaan yang dialami Saudari Laili," kata Agus Mulyadi, Senin (17/2).

Dia menegaskan warga Rapa Laok, Kecamatan Omben itu bebas dari virus korona. Ia juga meminta masyarakat tidak ikut-ikutan menyebarkan informasi tidak benar tersebut.

Ia menjelaskan, isu korona berawal dari percakapan di grup whatsapp (WA) Farmasi RSUD dr. Mohammad Zyn yang menyatakan ada pasien suspect korona yang dirawat di rumah sakit tersebut. Informasi itu menyebar luas melalui pesan berantai dan media sosial.

Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn, Titin Hamidah, kembali menegaskam isu tersebut tidak bemar. Ia mengaku sudah melakukan klarifikasi tentang ketidak benaran informasi tersebut.

"Kami sudah klarifikasi bahwa isu pasien korona tidak bemar," katanya.

Sementara itu, Laili Nadhifatul Fikriyah menyatakan menerima permintaan maaf tersebut dan menganggap isu itu sebagai satu bentuk kesalah pahaman.

"Kami menganggap masalah ini sudah selesai dan tidak perlu diperpanjang lagi. Kami juga berterima kasih pada Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama Sampang yang mendampingi kami dalam kasus ini," katanya.

Laili Nadhifatul Fikriyah merupakan salah satu warga Sampang yang kuliah di Tiongkok. Mahasiswa Shandong University yang tinggal di asrama Kota Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok itu pulang secara mamdiri dan tiba di Madura pada Januari lalu. (OL-13)

      

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya