KSAD Bergeming soal Impor Beras

MI
21/4/2015 00:00
KSAD Bergeming soal Impor Beras
(ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO)
KEPALA Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan perlunya menjaga ketahanan pangan sehingga negara tidak dengan cepat dilumpuhkan.

Penegasan itu diungkapkan KSAD saat kunjungan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin. KSAD menyatakan pada era perang proxy seperti sekarang ini banyak cara yang dilakukan untuk menghancurkan kekuatan sebuah negara. Perang proxy merupakan dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti, seperti yang terjadi pada konflik di Korea, Afghanistan, Vietnam, Libanon, Kuba, dan Nikaragua pasca-Perang Dunia II.

Gatot menyatakan ada langkah untuk melemahkan ketahanan pangan. Salah satunya dengan mengubah Indonesia menjadi negara industri yang menjauhkan dari ketersediaan pangan.

''Apa jadinya kalau pertanian lemah?'' ujarnya.

KSAD menambahkan, ada upaya-upaya agar petani tidak lagi senang bertani dan meninggalkan pertanian yang digelutinya selama ini. Salah satu langkah, ujarnya, ialah dengan membuat harga produk pertanian terutama beras jatuh.

Gatot Nurmantyo mengaku pada Januari lalu sempat didatangi seseorang. ''Orang ini minta kepada saya untuk memengaruhi agar Indonesia membuka keran impor beras,'' katanya.

Importir itu bakal memasukkan 2 juta ton beras dari Thailand. Alasannya, Indonesia akan menghadapi kekurangan beras. Harga beras Thailand Rp4.000 per kg dan akan dijual Rp6.000 per kg. ''Katanya, saya akan mendapat pujian karena berhasil menyediakan beras murah,'' ujarnya.

Bila berhasil membuka keran impor dengan membujuk menteri pertanian dan menteri perdagangan, Gatot dijanjikan fee sebesar Rp500 miliar. Kemudian ada dana Rp250 juta untuk media, sedangkan untuk DPR tersedia Rp250 miliar. ''Menteri Pertanian Rp1 triliun, Menteri Perdagangan Rp1 triliun, dan importir tersebut Rp1 triliun,'' katanya.

Gatot mengemukakan, pola semacam itu harus diwaspadai karena menjadi pola untuk melemahkan ketahanan pangan. ''Bung Karno sudah mengingatkan ketahanan pangan adalah hidup matinya suatu bangsa,'' ujarnya. (AU/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya