PARA petani di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terkecoh oleh peredaran pupuk mirip Phonska yang dijual untuk memenuhi kebutuhan pupuk subsidi yang tidak lancar di lapangan.
Tiga wilayah yang diserbu pupuk asli tapi palsu dengan merek Phonska dan SP-36 ialah Kecamatan Banyudono, Wonosegoro, dan Simo. Tidak menutup kemungkinan belasan kecamatan lain di Boyolali juga dimasuki oknum tidak bertanggung jawab yang menjual pupuk palsu yang bisa mengancam produktivitas padi.
Sejumlah petani di Simo mengatakan ada pupuk NPK Phonska beredar dengan harga murah di bawah Rp100 ribu. Mereka sempat bertanya kepada penjualnya karena harga NPK Phonska bersubsidi masih di atas Rp100 ribu. "Harga NPK Phonska yang palsu cuma Rp95 ribu. Ketika ditaburkan ternyata isinya serbuk bata merah dicampur dengan garam dan sejumlah unsur kimia lainnya. Kandungan kimiawinya hanya 1,5%, sedangkan Phonska asli mencapai 15%. Ini jelas palsu dan bisa membuat tanaman pertanian tidak subur," ungkap Parjimin, petani Banyudono.
Banyaknya petani terkecoh oleh pupuk palsu disebabkan kemasannya sangat mirip dengan pupuk bersubsidi itu. Begitu halnya pupuk yang mirip dengan SP-36.
Sarjoko, petani lainnya, menimpali dua pupuk palsu dijual dengan cara mobile. Penjual berkeliling dengan menggunakan kendaraan menuju desa-desa. "Penjualannya tidak menetap layaknya pengecer dan distributor," ujarnya.
Laporan para petani tentang peredaran pupuk palsu sudah sampai ke Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali. Menurut Muhtadi, petugas Dispertanbunhut, pihaknya telah menerjukan petugas ke lapangan untuk mengecek pupuk palsu yang beredar bebas di kalangan petani.
Ditangkap Di Pamekasan, Jawa Timur, tiga pemilik kios penjual pupuk bersubsidi tanpa izin ditangkap petugas Kodim setempat, kemarin. Komandan Kodim Pamekasan Letkol Kav Mawardi menjelaskan penangkapan tanpa sengaja dilakukan di Kecamatan Batumarmar. "Anggota intel kami menemukan indikasi penjualan pupuk secara ilegal di tiga kios. Kami langsung memanggil pemiliknya dan memeriksa singkat di Koramil Batumarmar sebelum diserahkan ke polres," terangnya.
Tiga orang yang ditangkap beserta barang bukti ialah Umar pemilik kios Rejeki, Sunardi pemilik kios Resta, dan Suharto Muhammad pemilik kios Suharto. Ketiganya warga Desa Bujur Timur.
Pada bagian lain, ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, diperkirakan masih cukup hingga Mei. Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Distanbunhut Kabupaten Temanggung, Harnani Imtikhandari menyebutkan tahun ini daerahnya mendapat alokasi pupuk bersubsidi jenis urea sebanyak 27.100 ton, SP-36 sebanyak 3.900 ton, pupuk ZA 12.400 ton, pupuk NPK 11.500 ton, dan petrogenik 19.600 ton. Alokasi itu berdasarkan Perbup Nomor 1 Tahun 2015.
"Alokasi subsidi pupuk tahun ini sudah kembali normal, jumlahnya mendekati alokasi pupuk 2013. Waktu itu alokasi urea mencapai 26 ribu ton. Subsidi pupuk mestinya untuk petani dengan kepemilikan lahan kurang dari 2 hektare," kata Harnani.
Ada beberapa kondisi yang membuat petani kekurangan pupuk. Penyebabnya pemakaian pupuk berlebihan, petani tidak masuk kelompok tani, serta daya beli tidak merata. (MG/TS/N-4)