Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR meninggalnnya pembalap muda Indonesia, Afridza Syach Munandar, 20, dalam ajang Asia Talent Cup 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, disambut duka masyarakat Kota Tasikmalaya. Warga tidak henti-hentinya datang melayat ke rumah duka, di Perum Tamansari, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Paman Afridza, Rally Topasandi, 38, mengatakan, saat ini jenazah keponakannya itu masih berada di rumah sakit Malaysia dan kabar terakhir yang diperoleh akan dipulangkan pada Senin (4/11) siang dari Malaysia. Rencananya tiba pukul 14.00 WIB di Jakarta, untuk kemudian dibawa ke Tasikmalaya.
"Dari Jakarta, jenazah akan langsung dikirim ke rumah duka dan diperkirakan putra pertama dari tiga bersaudara kebanggaan keluarganya itu akan sampai di Kota Tasikmalaya pada Senin sekitar pukul 18.00 WIB," katanya, Minggu (3/11/2019).
Rally mengatakan, kedatangan jenazah nanti di rumah duka, keluarga akan langsung menyalatkan dan rencana pemakaman akan dilakukannya pada Senin (4/11) malam berada di makam keluarga di Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.
Baca juga: Keluarga Ikhlaskan Kepergian Pembalap Afridza
"Kami sangat mengapresiasi langkah selama ini dilakukan tim Honda, pemerintah Indonesia dan Malaysia, yang telah mempermudah pengurusan kepulangan jenazah Afridza. Saya juga mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan mendoakan keponakan kami yang disayangi bagi keluarga," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Afridza mengalami kecelakaan di ajang Race 1 Asia Talent Cup (ATC) Sepang, Malaysia. Berita itu menjadi duka bagi bangsa Indonesia termasuk keluarga, saudara, dan teman-teman seperjuangannya. Karena, selama memutuskan karier menjadi pembalap, keluarga merasa sangat bangga atas prestasi almarhum.
"Banyak ucapan bela sungkawa dari berbagai pihak dan kita bangga dengan Afridza, apalagi telah membawa bangsa Indonesia terutama bisa mengibarkan Bendera Merah Putih usai menjuarainya selama pertandingan tersebut," paparnya. (OL-1)
Simak profil dan perjalanan karier Veda Ega Pratama, pembalap Indonesia pertama yang sukses meraih podium di kejuaraan dunia Moto3 2026.
VEDA Ega Pratama mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix usai finis ketiga pada Moto3 Brasil 2026.
LAJU impresif pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali membuahkan sejarah baru dalam kancah balap motor Moto3 dunia.
MotoGP memastikan GP Australia digelar di Adelaide Street Circuit mulai musim 2027 hingga 2032, menjadi balapan jalan raya pusat kota pertama berstandar FIM.
Total ratusan paket disiapkan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekitar.
Veda mengaku hanya berusaha menggeber motor sekencang mungkin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved