Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH diberitakan mengalami krisis air bersih di Kelurahan Ulung Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, selain menurunkan bantuan mobil tangki berisi air, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi NTT langsung menurunkan tim survei guna memastikan titik proyek sumber mata air yang akan dibangun 2020 mendatang.
Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur, Yoseph Marto, mengaku pihaknya telah menurunkan tim khusus untuk menyurvei sumber mata air maupun titik air yang akan di bor bagi pemenuhan warga tiga kampung di Kelurahan Ulung Baras.
"Kami sudah tugaskan tiga orang tim ke Ulung Baras mensurvei titik sumber mata air yang nantinya bisa disalurkan ke warga. Tim ini sudah memasuki hari ketiga masih berada di hutan," ungkap Yoseph, Kamis (10/10).
Yoseph menambahkan, timnya telah menemukan titik sumber air, tetapi debitnya terlalu kecil. Kendala lain ialah tingkat elevasi air tidak mampu menjangkau ke permukiman warga disebabkan kondisi topografi wilayah.
"Yang dipikirkan adalah survei sumur bor sehingga bisa melayani kesulitan warga. Rencananya pembangunan air untuk warga ini dibuat secara permanen. Pertama melalui pengeboran sumur. Kedua jika sumber mata mencukupi akan di pasang jaringan perpipaan," katanya.
Dia meminta warga tiga kampung di Kelurahan Ulung Baras, Kampung Nongol, Wae Tasos, dan Kampung Golo Ponto menjaga lingkungan hutan sehingga sumber mata air tetap terjaga.
Baca juga: Rumah Pelaku Penusukan Wiranto di Brebes Digeledah Polisi
"Berharap warga tidak merusak hutan dan sumber mata air.Sehingga air bisa tersalurkan," harap Yoseph.
Sejauh ini, pengiriman (droping) air ke warga terus dilakukan hingga musim penghujan tiba.
"Ini keseriusan pemerintah," katanya.
Survei dan perencanaan proyek air bersih di tiga kampung itu diikuti dengan bantuan dana untuk pengerjaannya di 2020 mulai dibangun.
Yoseph mengakui kegiatan ini menerjunkan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Manggarai Timur bersama PDAM dan Dinas PUPR.
Antonius Sudirman, warga Kampung Golo Ponto, mengaku senang meski baru mendapatkan pasokan air dari mobil tangki milik pemda setempat.
Dia menuturkan sudah tiga hari ini air di drop mengunakan mobil tangki. Sebelumnya, puluhan tahun silam kesulitan air untuk dikonsumsi terus dialami warga.
"Kita senang sudah ada perhatian dari pemerintah.Berharap mudahan proyek 2020 perpipaan untuk air segerah terealisasi," katanya. (OL-1)
Warga mengisi wadah dengan air bersih dari sumber mata air di Desa Kaleke, Sigi, Sulawesi Tengah.
Iwan menyebut sebagai langkah mitigasi, BPBD Kendal telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Efektivitas layanan air bersih tidak hanya bergantung pada infrastruktur pipa, tetapi juga pada manajemen penyimpanan di tingkat rumah tangga.
Ia menekankan, kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama bagi warga yang belum memiliki sarana penampungan air.
PAM Jaya berkomitmen mengakselerasi perluasan jangkauan layanan air bersih agar mampu mengover seluruh wilayah DKI Jakarta secara total pada 2029.
Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 5.000 warga Palestina yang kekurangan akses air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved