RELOKASI sebagai solusi jangka panjang dalam penanganan jalur Ciregol di jalur tengah Jawa Tengah, di wilayah Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, bakal menggusur sedikitnya 20 rumah. Jalur ini longsor pada Sabtu (11/4), dan masih terus dalam perbaikan.
Camat Tonjong, Sumarno yang dihubungi kemarin menyatakan relokasi akan melalui empat desa, yakni Kutamendala, Karangjongkeng, Purwodadi, dan Desa Tonjong. Panjang jalan 4,1 kilometer dan lebar 7,5 meter.
Dari luasan tanah yang dibutuhkan untuk relokasi yakni 92.801,2 meter persegi, sebagian merupakan lahan persawahan dan kebun. Relokasi dibutuhkan karena nyaris setiap tahun jalur Ciregol selalu mengalami longsor.
"Kami sudah melakukan sosialisasi ke warga. Tanah yang nantinya untuk relokasi juga sudah dipatok," lanjut Sumarno.
Sosialisasi telah dilakukan dan mendapat sambutan positif dari warga. Hanya saja belum ada kesepakatan soal ganti rugi tanah.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan relokasi ialah penanganan Ciregol untuk jangka panjang. "Relokasi sudah lama direncanakan. Ada dana sementara yang bisa dikucurkan sebesar Rp8 miliar."
Masih di Jawa Tengah, perbaikan sudah mulai dilakukan di jalur alternatif Purwokerto-Cilacap di wilayah Gunung Tugel, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Banyumas. Jalur ini ambles pada awal Februari lalu setelah didera hujan deras.
"Kami sudah mengajukan permintaan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan mendapat kucuran Rp150 juta. Dana itu memang untuk penanganan darurat," kata kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Banyumas, Prasetyo Budi Widodo.
Perbaikan ditangani BPB karena kerusakan terjadi akibat bencana. "Penanganan darurat ditargetkan tuntas dua bulan," lanjut Prasetyo. Jalan lintas Selatan Di sisi lain, proses pembangunan jalur lintas selatan di Jawa Timur masih terkendala lahan. Karena itu, pemerintah pusat diminta segera menyelesaikan tukar guling tanah Perhutani. "Selama tukar guling belum tuntas, proses pembangunan akan terhambat. Padahal, jalur ini sangat mendesak dan dibutuhkan," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Jawa Timur, Fattah Yasin di Surabaya.
Menurut Fattah, dari total 618,8 kilometer, jalan lintas yang meman jang dari Banyuwangi hingga Pacitan, sepanjang 265,8 km di antaranya adalah hutan milik Perhutani. Kendala lahan ini membuat anggaran fisik jalan dari APBN sebesar Rp359 miliar dialihkan untuk membangun jalan arteri nasional di Jawa Timur, di luar jalan lintas selatan. Pemprov Jatim tahun ini juga menganggarkan dana Rp500 miliar untuk membantu pembangunan fisik jalan lintas tersebut.
Masih terkait lahan, warga Bungus Timur, Kelurahan Bungus Teluk Kebang, Kecamatan Bungus, Kota Padang, Sumatra Barat, berunjuk rasa di pengadilan negeri, kemarin.
Sepekan terakhir, PN Padang tengah menyidangkan kasus gugatan warga yang menuntut ganti rugi pembangunan jalan lingkar kota sepanjang 13,6 kilometer di wilayah mereka.
Jalan dibangun Pemkot Padang dan Kodim Padang melalui program TNI Manunggal Membangun Desa. Warga meminta hakim memberikan putusan yang tepat dan tidak merugikan mereka. (LD/FL/YH/N-3)