POLDA Sulawesi Tengah memberikan penghargaan kepada 75 anggota Polres Parigi Moutong yang berpartisipasi dalam operasi pemberantasan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso. Penghargaan diberikan oleh Kapolda Sulteng Brigjen Idham Aziz.
"Apresiasi dan penghargaan ini diberikan karena jajaran Polres Parigi Moutong telah bekerja keras dalam pemberantasan kelompok teroris. Mereka-lah yang berhasil menembak mati dua pentolan kelompok teroris ini, yakni Sabar Subagio alias Daeng Koro dan Imam alias Farid," kata Kapolda.
Daeng Koro ditembak mati di Pegunungan Salumpangi, Sakinah Jaya, Parigi Utara, pada Jumat (3/4) dan Imam di Pegunungan Kilo 15, Kebun Kopi, Parigi Utara, pada Sabtu (4/4). Keduanya diketahui sebagai aktor utama dalam serangkaian teror di Indonesia, khususnya di Poso.
Selain memberikan apresiasi dan penghargaan, Idham menaruh harapan kepada jajaran Polda Sulteng agar ke depan bisa terus mempertahankan prestasi dan kinerja. "Keberhasilan itu bukanlah keberhasilan para anggota dan Polda Sulteng semata. Ini adalah keberhasilan masyarakat, khususnya warga Parigi Moutong," tegas Idham.
Setelah Polres Parigi Moutong, Kapolda Sulteng juga akan memberikan apresiasi dan penghargaan serupa kepada jajaran Polres Poso. "Polres Poso berhasil dalam menjaga keamanan, karena itu juga patut untuk menerima apresiasi dan penghargaan," tambah Kabid Humas Polda Sulteng AKB Hari Suprapto.
Dalam upaya memberantas kelompok teroris, Polda Sulteng mengerahkan anggota Brimob, Densus 88 Antiteror, Polres Parigi Moutong, dan Polres Poso. (TB/N-3)