Korem 142/Pare-Pare Bedah Rumah Ali

MI
15/4/2015 00:00
Korem 142/Pare-Pare Bedah Rumah Ali
(DOK. KOREM 142 PARE PARE)
KOREM 142/Tatag Parepare gelar bedah rumah Ali, 6, bocah yang menjadi tulang punggung keluarga di Dusun Toerang Batu, Desa Batetanga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), kemarin.

Puluhan personel Kodim 1402/Polewali Mandar (Polman) mengangkut material bahan bangunan untuk proyek bedah rumah tersebut sejak Sabtu (4/4) lalu. Bedah rumah itu meliputi penambahan kamar tidur, pemasangan dinding batu, pembangunan kamar mandi, serta pembuatan dapur. "Pekerjaan dapat kami rampungkan akhir pekan lalu, sekitar pukul 16.00 Wita," ujar Danrem 142/ Tatag Kolonel Inf Yosua Pandit Sembiring, kemarin.

Menurutnya, kepedulian keluarga besar Korem 142/Tatag itu merupakan rangkaian kegiatan 'serbuan teritorial' pada Triwulan I 2015. "Bedah rumah itu sebagai kepedulian sosial keluarga besar Korem 142 serta bagian dari kegiatan 'serbuan teritorial' dan diharapkan hal itu dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," papar Yosua.

Dia mengaku program 'serbuan teritorial' Korem 142 akan terus dilakukan sebagai bagian dari pembinaan teritorial TNI kepada masyarakat. Yosua menambahkan, sebelumnya 'serbuan teritorial' telah melaksanakan kegiatan, antara lain deklarasi Gerakan Nasional Rehabilitasi 100 ribu penyalahgunaan narkoba di Sulbar, ceramah tentang Proxy War kepada Muspida, anggota DPRD, SKPD di Sulbar, pembagian sembako untuk panti asuhan HS Muhdar dan tukang becak di Kabupaten Polewali Mandar, sumbangan semen untuk pembangunan masjid agung di Majene, meninjau posko ketahanan pangan di setiap Kodim, melaksanakan penanaman perdana jagung di lahan percontohan Kodim 1401/Majene, melaksanakan panen perdana padi di lahan percontohan Kodim 1402/Polmas, dan melaksanakan tanam perdana padi di lahan percontohan Kodim 1414/Tator.

"Dalam kegiatan itu kami lakukan dengan serius, ikhlas, dan terkoordinasi dengan instansi terkait, sehingga hasilnya dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat bukan sekadar seremonial belaka," tegas Yosua.

Terkait dengan bedah rumah, Danrem menjelaskan berawal dari laporan Dandim 1402/Polman Letkol Inf Dody Triwinarto, adanya warga kurang mampu yang perlu bantuan, yakni sosok bocah enam tahun bernama Ali yang merawat ibunya bernama Ny Ammi, kakak, dan adiknya di Dusun Torean.

"Terima kasih Pak Danrem dan Pak Dandim yang telah membuatkan rumah untuk saya dan anak-anak. Saya bersyukur sudah diberikan kenikmatan yang luar biasa ini lewat TNI," ungkap Ny Ammi, ibunda Ali.

Seperti diketahui, Ali bocah berusia enam tahun belakangan menjadi pusat perhatian dan simpatik masyarakat Sulsel karena sang bocah harus rela berjuang mencari nafkah untuk menghidupi ibunya yang tunanetra, kakaknya yang tunagrahita, serta adiknya yang masih balita. Ali sehari-hari Ali menjadi kuli petik buah langsat dan merapikan keranjang buah dengan upah Rp10 ribu. (FH/LN/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya