JATAH pupuk bersubsidi khususnya jenis urea untuk Cilacap, Jawa Tengah, melonjak dan menjadi modal untuk meningkatkan hasil produksi padi tahun ini.
Target produksi diperkirakan mencapai 860 ribu ton setara beras dengan arel tanam selama setahun sebanyak 145 ribu hektare (ha).
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Cilacap Gunawan menjelaskan untuk mendukung peningkatan produksi, wilayahnya telah mendapat tambahan kuota pupuk bersubsidi. Jatah uera tahun ini 35 ribu ton atau meningkat dari tahun sebelumnya hanya 34,5 ribu ton.
"Jatah tersebut terus meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Misalnya pada 2013 hanya kisaran 30 ribu ton, dan pada 2012 mendapat kuota 38,9 ribu ton," jelas Gunawan, kemarin.
Selain urea, jatah pupuk yang mengalami kenaikan di antaranya ZA dari 4.907 ton menjadi 5.500 ton, dan BPK naik dari 15.164 ton menjadi 15.200 ton. Sebaliknya untuk pupuk jenis SP-36 menurun dari 8.086 ton menjadi 8.000 ton.
"Dengan naiknya jatah pupuk bersubsidi tersebut, kami mendorong petani untuk meningkatkan produksi padi pada 2015 ini," kata dia.
Untuk mengantisipasi kemungkin-an adanya penyelewengan pupuk, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian.
Adapun alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat ke Sulawesi Tengah sebanyak 78.500 ton. Pupuk berbagai jenis itu akan didistribusikan ke petani di sejumlah daerah.
Kepala Dinas Pertanian Sulawesi Tengah Trie I Lamakampali mengatakan pasokan pupuk terdiri dari pupuk urea sebanyak 30 ribu ton, NPK 29.700 ton, ZA 11 ribu ton, SP36 4.000 ton, dan pupuk organik 3.800 ton.
Menurutnya, alokasi pupuk terbesar diperuntukkan bagi tanaman pangan yang mencapai 70%. Sisanya dibagikan untuk hortikultura, perkebunan, perikanan, dan peternakan.
Tingginya alokasi pupuk untuk tanaman pangan karena pemerintah pusat menargetkan pada 2017, Indonesia telah mencapai swasembada pangan.
"Karena itu, tanaman pangan mendapat perhatian khusus dan serius dari pemerintah pusat dan daerah," jelas Trie.
Namun, untuk mencapai swasembada pangan, daerah harus benar-benar fokus dalam melaksanakan program upaya khusus untuk peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai.
"Tetapi itu semua juga harus ditunjang dengan adanya pupuk yang memadai. Kita berharap swasembada pangan bisa sesuai rencana," ungkap Trie.
Dinas Pertanian Sulawesi Tengah akan memperketat pendistribusian pupuk bersubsidi dengan melibatkan personel TNI agar tepat sasaran dan tidak ada penimbunan pupuk yang dilakukan oknum. (LD/TB/N-4)