Sleman Miliki Infrastruktur Pengolah Limbah Tinja

Andhika Prasetyo
28/6/2019 10:00
Sleman Miliki Infrastruktur Pengolah Limbah Tinja
Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Sleman(Dok Kemen PU-Pera)

SLEMAN, Yogyakarta, akhirnya memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) setelah tertunda selama dua tahun.

IPLT merupakan infrastruktur pelayanan sanitasi yang sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Limbah tinja yang diangkut dari berbagai tempat akan diolah terlebih dahulu di IPLT guna meminimalisir tercemarnya air dan tanah dari bakteri e-coli.

"Jadi limbah tinja itu harus diolah dulu, tidak boleh dibuang langsung sembarangan ke sungai karena akan mengakibatkan pencemaran. Di sinilah peran IPLT. Alat ini akan mengolah limbah tinja menjadi lebih aman bagi lingkungan," ujar Menteri Pekerjaan Umum dam Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melalui keterangan resmi, Kamis (27/6).

Baca juga: Petani Malang Sepakati Penggunaan Air

Pembangunan IPLT Madurejo di Sleman pada awalnya ditargetkan selesai pada akhir 2017. Namun, karena terkendala pengiriman unit penerima dan pengolah lumpur tinja, proyek itu baru rampung pada Maret 2019.

IPLT Madurejo dibangun dengan mengandalkan dana APBN sebesar Rp19 miliar.

Kapasitas pengolahan IPLT Madurejo mencapai 25 meter kubik per hari atau setara 12.500 Kepala Keluarga (KK) rumah atau 50.000 jiwa dan diprediksi bisa menampung limbah tinja hingga 20 tahun mendatang

Dalam pembangunannya, Kementerian PU-Pera berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sleman yang menyediakan lahan seluas 2 hektare. Lokasi IPLT dibangun di area yang jauh dari masyarakat sehingga diharapkan tidak terdampak polusi udara. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya