Korban Perbudakan Pulang ke Thailand

MI/FAISHOL TASELAN
10/4/2015 00:00
Korban Perbudakan Pulang ke Thailand
(MI/HAMDI JEMPOT)
SEBANYAK 69 nelayan Thailand diterbangkan ke negara asalnya dengan menggunakan pesawat militer negeri itu dari Pangkalan Udara TNI-AU Pattimura, Ambon, Maluku, kemarin. Di antara mereka, ada 10 nelayan yang menjadi korban perbudakan di PT Pusaka Benjina Resources di Pulau Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Pemulangan mereka dilepas oleh Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Paskorn Siriyaphan dan disaksikan Komandan Lanud Pattimura Kolonel Penerbang Bob Panggabean, Kepala Imigrasi Ambon Nanang Koesdarjanto dan Kepala Imigrasi Tual Rudiara.

Para nelayan Thailand itu dibawa dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon, kemarin. Mereka mendapat perlakuan seperti layaknya penumpang penerbangan biasa.

Petugas Imigrasi dan Bea Cukai Ambon dengan teliti memeriksa satu per satu barang bawaan mereka. Setelah itu, mereka juga diperiksa anggota Paskhas TNI-AU, saat hendak naik pesawat jenis Hercules milik militer Thailand.

Wajah para nelayan itu tampak bahagia meski beberapa di antara tampak menderita luka di wajah. Bahkan, seorang nelayan pulang tanpa satu kaki karena telah diamputasi, setelah mengalami kecelakaan kerja di atas kapal ikan.

"Mereka bisa dipulangkan atas kerja sama Imigrasi dan Kedutaan Besar Thailand. Selain 10 korban perbudakan di Benjina, nelayan lain dipulangkan karena tidak memiliki dokumen keimigrasian," kata Kepala Imigrasi Ambon Nanang Koesdarjanto.

Penerbangan dari Ambon ke Bangkok akan ditempuh dalam waktu 8 jam lebih. Nanang menyatakan proses pemulangan nelayan Thailand dari Maluku akan terus dilakukan.

Saat ini masih ada sekitar 600 nelayan Thailand di Benjina, juga 347 nelayan asal Myanmar, Kamboja dan Laos, yang berada di Kota Tual. Mereka ditampung di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual. Mereka ialah korban perbudakan di PT Pusaka Benjina.

"Kami berharap kedutaan besar negara asal para nelayan itu dapat memerhatikan warga negara mereka, sehingga bisa cepat dipulangkan," lanjut Nanang.

Di Banyuwangi, Jawa Timur, aksi mogok 14 kapal jenis LCT, yang biasa beroperasi di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Bali, masih terus berlanjut. Akibatnya, ratusan kendaraan pengangkut barang mengular hingga keluar area parkir Pelabuhan Ketapang. Untuk sementara, otoritas pelabuhan mengoperasikan tiga armada kapal untuk mengangkut kendaraan barang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. (HJ/KH/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya