Ganti Rugi Korban Lapindo Molor Lagi

MI
10/4/2015 00:00
Ganti Rugi Korban Lapindo Molor Lagi
(ANTARA)
JANJI pelunasan ganti rugi korban lumpur Lapindo terus molor. Setelah Januari, janji mundur menjadi Maret, dan terakhir awal April, realisasinya tidak kunjung datang.

"Proses pencairan dana penyelesaian ganti rugi warga korban lumpur Lapindo oleh pemerintah masih terkendala verifikasi dan pengecekan di lapangan yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Dana Rp781 miliar sudah disiapkan, tapi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat belum bisa mencairkan, karena menunggu verifikasi tersebut," papar Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di Sidoarjo, kemarin.

Anggota dewan pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo menyebutkan verifikasi berkas meliputi verifikasi tanah warga maupun verifikasi aset PT Minarak Lapindo Jaya, selaku pihak yang bertanggung jawab atas dana talangan pemerintah. Prinsip kehati-hatian harus dilakukan dalam verifikasi tersebut.

Soerkarwo berharap agar pencairan ganti rugi korban Lapindo bisa segera diselesaikan. Di sisi lain, ia menyadari verifikasi wajib dilaksanakan dengan prinsip mengutamakan kehati-hatian, sehingga di masa mendatang tidak menimbulkan masalah.

Ia pun belum bisa menjanjikan kapan dana talangan pemerintah untuk penyelesaian ganti rugi warga korban lumpur Lapindo bisa dicairkan. "Prosesnya masih terus berjalan."

Menurut data PT Minarak Lapindo Jaya, ada sekitar 3.337 berkas milik warga korban lumpur Lapindo pembayaran ganti ruginya harus dilunasi. Nilai total kewajiban mereka mencapai Rp781 miliar. Di dalam peta areal terdampak, ada sekitar 12 ribu berkas yang harus mendapat ganti rugi.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo menyatakan verifikasi terhadap korban lumpur sudah tuntas mereka lakukan. Jumlahnya mencapai 3.000-an berkas.

"Dengan selesainya pemberkasan tersebut, proses pembayaran kepada korban lumpur diharapkan bisa segera diselesaikan," kata Humas BPLS Dwinanto.

Di lokasi tanggul penahan lumpur, luberan sempat terjadi beberapa kali karena banyaknya volume lumpur yang ada di dalam kolam penampungan. BPLS terus berusaha menguatkan tanggul, khususnya di titik 73. (HS/Ant/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya