Cegah sebelum Sampah Meraja

MI
10/4/2015 00:00
Cegah sebelum Sampah Meraja
(ANTARA/SENO)
MASALAH sampah memang acap mengiringi gunung-gunung yang populer di kalangan pendaki. Everest, gunung tertinggi di dunia itu pun tidak terlepas dari problem serupa sehingga memusingkan pemerintah Nepal.

Beruntung, saat Media Indonesia Adventure Team mendaki Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat. Jalur yang dilewati relatif bersih. Meski begitu, di pos-pos tempat beristirahat, tampak beberapa sampah nonorganik dalam tumpukan kecil ataupun berserakan.

Pendaki Tambora umumnya membakar sampah mereka saat bersinggah. Itu karena di basecamp pun tidak ada sarana untuk menampung dan mengelola sampah. "Lebih baik langsung dibakar di atas saja," ujar Saiful Bahri, Koordinator Komunitas Pecinta Alam Tambora (K-Pata) di Dusun Pancasila, Rabu (25/3).

Dengan penetapan Gunung Tambora sebagai taman nasional yang amat mungkin dibarengi kenaikan popularitasnya, problem sampah perlu diantisipasi.

Budi Kurniawan, Kasubbag Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat (NTB), mengakui sampah butuh perhatian. "Itu tantangan dan akan dikelola seperti yang sudah berjalan di Taman Nasional Gunung Rinjani," ujarnya.

Di gunung tetangga seberang Tambora itu, pendaki diwajibkan membawa turun sampah mereka. Namun, kewajiban itu bukan tanpa kendala. Faktanya, sampah tetap ada di trek maupun pos singgah.

Untuk mengurangi sampah, pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani pernah menyediakan insentif untuk porter yang membawa sampah turun. Per kilogram sampah ditukar dengan Rp25 ribu.

Strategi itu berhasil untuk sementara. Namun, kemudian timbul beban biaya cukup tinggi hingga puluhan juta rupiah per bulan. Aris Dwi Nugroho, staf seksi Mitigasi Bencana Geologi Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Distamben) NTB, berharap pengelolaan sampah kawasan Tambora lebih baik daripada Rinjani. (Sha/YR/X-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya