Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah, Irjen Pol Roycko Melza Dahniel menegaskan rencana pemerintah memberlakukan jalur satu arah (one way) di Tol Trans Jawa, dari Jakarta ke Brebes Timur, belum final.
"Saat ini masih harus dikaji lebih lanjut, untuk memilih titik titik yang tepat untuk dilakukan manajemen rekayasa satu arah tersebut," kata Roycko saat meninjau Exit Tol Pejagan, Kabupaten Brebes, Minggu (12/5) malam.
Sebelumnya, Kapolda dan rombogan melakukan peninjauan ke sejumlah titik seperti di pintu keluar Tol Brebes Timur dan rest area plus Banjaratma, Brebes.
Dalam peninjauan ini Kapolda melihat situasi di lapangan sekaligus mempelajari kondisi exit Tol Brebes Timur, Brebes dan sejumlah titik lainnya yang ditengarai rawan kemacetan.
"Apakah memadai untuk mempertemukan dua arus yang sangat besar dari barat atau Jakarta. Kemudian juga pertemuan arus kendaraan dari timur atau Semarang," ujar Roycko.
baca juga : Perbaikan Jalan Rampung H-6
Menurutnya mulai dari Exit Tol Brebes Timur, Brebes Barat dan Exit Tol Pejagan, sama-sama memiliki beban arus kendaraan yang cukup banyak pada musim arus mudik nanti.
"Apabila dikeluarkan di Brebes Timur? Di Brebes Timur juga akan dibuang ke jalur pantura. Tapi di pantura antara Brebes Timur, Brebes Barat dan Pejagan ada dua pasar besar yakni Pasar Bulakamba dan Pasar Induk Brebes," terangnya.
Roycko mengemukakan kalau arus kendaraan dikeluarkan di pintu keluar Pejagan, Brebes Barat dan Brebes Timur, semuanya akan menuju ke selatan.
"Kalau semua menuju selatan, juga ada enam ada titik rawan kemacetan di Pejagan, Ketanggungan, Songgom, Prupuk, Bumiayu sampai Ajibarang," ucapnya.
Kapolda meminta waktu dan akan melihat kondisi secara riil di semua titik rawan kemacetan.
"Nanti berembuk dengan stake holder dan kami akan memberi masukan kepada Korlantas, bagaimana sebaiknya untuk melakukan rekayasa manajemen one way," kata Roycko.
Alasan diberlakukan one way untuk mempercepat arus dari barat ke timur, karena one way telah terbagi dua arus, yakni arus A dan B. Arus A akan menuju ke timur, dan B ke barat. Keduanya tidak memiliki bagus karena ada dua arus A dengan B. Keduanya tidak memiliki volume kendaraan sama.
"Setelah melakukan pengecekan lebih lanjut nantinya bisa ditemukan titik-titik mana yang paling tepat untuk dilakukan manajemen rekayasa one way," pungkasnya. (OL-3)
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mencatat sejumlah pencapaian sektor aviasi selama periode angkutan Lebaran 13-29 Maret 2026.
PGN menilai kendaraan berbasis CNG menjadi alternatif energi yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan, khususnya di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik.
Terhitung sejak 11-25 Maret 2026 atau H-10 sampai H+4 Lebaran 2026, total volume lalu lintas mencapai 2.875.280 kendaraan.
Fatalitas kecelakaan Lebaran 2026 turun 28%, namun kecelakaan motor dan kelelahan pengemudi masih jadi ancaman utama di arus mudik-balik.
SEJUMLAH pemudik yang melintasi Jawa Tengah (Jateng) pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 memberikan apresiasi terhadap kondisi infrastruktur jalan serta layanan yang disiapkan.
DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengimbau masyarakat untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi pada 24 Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved