Diterjang Banjir, Jembatan Cimaragang Putus

Benny Bastiandy
05/5/2019 16:30
Diterjang Banjir, Jembatan Cimaragang Putus
Warga melintasi jembatan gantung di atas Sungai Cimaragang, Cianjur, Jawa Barat (25/11)(Dok.MI/BUDI KANSIL )

HAMPIR satu bulan Jembatan Cimaragang, penghubung Desa Gelarpawitan, Neglasari, dan Cibuluh di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terputus akibat diterjang banjir bandang. Kondisi tersebut berdampak terhadap lumpuhnya akses masyarakat karena jembatan itu merupakan akses vital.

"Jembatan Cimaragang ini terputus pada Sabtu (13/4) lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Saat kejadian sedang hujan deras," kata Kepala Desa Gelarpawitan, Alih Sutisna, Sabtu (4/5).

Belum ada upaya memperbaiki jembatan itu. Tadinya Alih berkeinginan menggunakan Dana Desa. Namun, kemungkinan tidak bisa mencukupi karena pembangunan jembatan membutuhkan biaya besar.

"Jembatan yang terputus itu bisa dilewati motor dan mobil. Kalau sekarang tidak bisa. Kalaupun ada yang nekat, mobil-mobil melintasi arus deras dibantu warga. Cukup berisiko juga sih karena alasnya hanya ditopang kayu," tuturnya.

Baca juga: Kantor Kecamatan Gunung Sitoli Terbakar, 825 kotak Hangus

Di Desa Gelarpawitan terdapat sekitar 5 ribu jiwa. Sebagian besar masyarakat bermata pencaharian petani dan berdagang.

"Kalau keseluruhan masyarakat di tiga desa sekitar 15 ribu jiwa. Kami sudah mengajukan proposal bantuan perbaikan ke Pemprov Jabar. Mudah-mudahan ada realisasinya karena kami kesulitan kalau membangun menggunakan Dana Desa," ungkapnya.

Ojang, 50, warga Desa Neglasari, mengaku terhambat beraktivitas akibat terputusnya Jembatan Cimaragang. Penjualan hasil buminya yang biasa didistribusikan ke Kabupaten Bandung jadi tersendat.

"Terpaksa saya menggunakan papan kayu saat melintas aliran sungai. Butuh waktu lama dan harus hati-hati saat melintasinya. Ini saya paksakan karena tidak ada jalan lain," terang Ojang.

Melintasi aliran sungai pun harus memperhitungkan kondisi debit air. Kalau sedang hujan deras dengan debit air tinggi, Ojang memilih tak menjual hasil bumi.

"Kalau aliran sungainya kecil masih berani. Itu juga harus dibantu banyak warga untuk menahan mobil. Semoga bisa segera diperbaiki karena ini jadi akses penting bagi masyarakat," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya