Harga Bawang Merah belum Stabil

MI
09/4/2015 00:00
Harga Bawang Merah belum Stabil
(ANTARA)
HAMPIR satu bulan ini harga bawang merah belum juga turun. Harga bawang merah di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, hingga kini masih tinggi.

Roy, pedagang bumbu dapur di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, mengatakan selain bawang merah, harga cabai rawit juga naik.

Saat ini harga bawang merah naik dari Rp38 ribu menjadi Rp39 ribu per kilogram. "Cabai rawit dari Rp45 ribu menjadi Rp48 ribu per kilogram," ujarnya, kemarin.

Tingginya harga bawang merah disebabkan stok dan pasokan yang didatangkan dari luar Pulau Bangka terbatas. Para pedagang pun tidak menjual dalam jumlah besar.

Di Denpasar, Bali, harga bawang merah mengalami fluktuasi. Sepuluh hari lalu harga bawang merah masih di kisaran Rp32 ribu per kilogram dan sempat anjlok menjadi Rp24 ribu per kilogram sepekan lalu. Kini harga bawang merah kembali naik menjadi Rp28 ribu per kilogram.

Di tengah ketergantungan Sumatra terhadap komoditas bawang merah dari Jawa, ternyata Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, potensial menjadi sentra bumbu dapur itu.

Pengamat pertanian dari Universitas Riau, Deby Kurnia, mengatakan selama ini Kampar sebagai daerah yang berkonsentrasi dalam pengembangan tanaman palawija. Namun sesungguhnya Kampar memiliki potensi yang cukup bagus sebagai sentra bawang merah. Pemkab Kampar pun akan mengembangkan wilayahnya sebagai sentra bawang merah.

"Dulu Kampar merupakan sentra produksi padi. Sekarang pemerintahnya memiliki program untuk menjadikan Kampar sebagai sentra bawang merah. Saya rasa pemerintahnya sangat intens melihat peluang dan potensi yang ada," kata Deby.

Diakui Deby, bawang sebagai tanaman pertanian belum familier bagi masyarakat Kampar. Agar program budi daya bawang bisa berhasil, pemkab harus mengawal petani. "Yang dilakukan pemerintah saat ini ialah kebijakan dalam memberikan subsidi kepada petani dalam produksi, kemudian mengatur tata niaga setelah panen," ujarnya.

Langkah yang dilakukan Pemkab Kampar itu, lanjutnya, harus dicontoh daerah lain agar setiap daerah tidak terlalu bergantung pada daerah lain. (RF/RS/Ant/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya