Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA negara Singapura keturunan Bugis, Sulawesi Selatan, Mohammad Yatim bin Latief, 56, mengaku pada Sabtu (27/4), sengaja mendatangi Batam, Kepulauan Riau, dengan satu tujuan utama yakni mencicipi masakan khas dan bersilaturahim dengan warga Bugis.
Saat ditemui di sela-sela acara 'Bugis Melayu Serumpun' yang digelar di Batam, Latief mengaku dengan mencicipi makanan khas Bugis yang disajikan mengingatkannya akan masakan kedua orangtuanya yang asli keturunan Sulawesi Selatan.
"Saya lahir di Singapura oleh ibu dan bapak asli keturunan Sulsel. Orangtua saya menjadi warga negara Singapura semenjak Singapura merdeka. Dulu sewaktu kecil ibu saya sering memasak maskan khas Sulawesi, dan sajian masakan di acara ini mengingatkan saya dengan masakan ibu saya," kata pria yang memiliki dua anak dan tiga cucu itu.
Dia mengatakan untuk ke Sulawesi dia dan keluarganya ragu. Karena sudah tidak tahu lagi apakah masih memiliki saudara atau tidak di sana. Karena Batam berjarak hanya 20 kilometer dari Singapura, rasa rindu akan asal usul kedua orangtuanya sebagai pelipur lara, dan menjadi romantisme masa lalu ketika kedua orangtuanya masih hidup.
Hal senada juga dikatakan Yanti bin Rizky, 44. Menurut dia, keturunan Sulawesi di Singapura dan Malaysia komunitasnya besar. Khusus Singapura, keturunan Melayu di sana yang paling banyak keturunan Pulau Bawean dan Sulawesi.
"Hampir separuh orang Melayu di Singapura keturunan Bawean dan Bugis. Anak-anak kami sudah tidak tahu lagi tempat asal kakek dan neneknya. Sebagian besar mereka dibesarkan hanya dikenal sebagai orang Melayu. Padahal mereka adalah keturunan Bugis dan Bawean. Jumlah warga keturunan Indonesia di Singapura dan Malaysia sangat banyak, dan acara seperti ini hendaknya terus dilakukan," katanya.
Acara 'Bugis Melayu Serumpun' yang digelar di Batam menjadi salah satu event untuk menarik wisatawan asing ke Kepulauan Riau dengan menggali potensi budaya sebagai salah satu magnet untuk dapat menarik sekitar 4 juta turis asing ke daerah ini.
"Acara di daerah yang berdekatan dengan perbatasan ini merupakan agenda besar tahunan, bagaimana pun juga dengan menggandeng pemerintah daerah untuk dapat menarik wisman adalah salah satu cara target kami dalam mencapai 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhir tahun di seluruh Indonesia," kata Kepala Bidang Pemasaran I Regional I Area II Kementerian Pariwisata di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (27/4).
Baca juga: Kementerian Pariwisata Gandeng Baidu
Menurut dia, dengan mengangkat tema 'Bugis Melayu Serumpun' ini merupakan ajang silaturahim keturunan Bugis untuk datang ke Indonesia. Apalagi,warga negara Malaysia dan Singapura banyak yang masih keturunan Bugis menetap di negeri jiran tersebut. Kerinduan ini yang harusnya dapat menjadi nilai jual sehingga mereka berkunjung untuk saling mengenal asalnya.
Kepulauan Riau merupakan bagian dari promosi yang melibatkan Kementerian Pariwisata di dalam melihat daerah lintas batas dengan negara lain sebagai salah satu potensi yang menghasilkan devisa dengan kunjungan wisman.
Selain di Kepulauan Riau, daerah yang menjadi target untuk digelar acara lintas batas itu antara lain Kalimantan, Papua, dan NTT.
Dia memberikan contoh pada pecan ini saja di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepuluan Riau, ada kapal wisata Genting Cruise yang membawa sekitar 4.014 wisman ke Bintan untuk berwisata, sedangkan pada pekan depan sudah dipastikan kapal wisata Royal Carribean Cruise yang membawa sekitar 6.500 wisman dari mancanegara untuk datang berkunjung ke Kepulauan Riau.
"Makanya untuk target wisman di Kepri hingga akhir tahun sekitar 4 juta wisman dapat terealisasi, dan ini tentu saja memberikan kontribusi target wisman dari Kementerian Pariwisata untuk seluruh Indonesia hingga akhir tahun ini," ujar Diana.
Khusus Kepri, lanjutnya, pada pekan ini saja ada tiga event yang digelar secara bersamaan yaitu acara pergelaran pesta Barongsai di Kabupaten Karimun, dan Border Stage Red White Festival di Nongsa Batam.
Kedua acara terakhir merupakan acara seni budaya yang mempersembahkan suguhan musik baru dan kebudayaan etnis Tionghoa.
Dia menambahkan Kementerian Pariwisata memberikan perhatian besar pada tiga potensi wisata untuk menarik wisman berkunjung ke Indonesia. Ketiga potensi tersebut adalah budaya, alam, dan buatan (meetings, incentives, conferencing, dan exhibitions atau MICE) untuk pergelaran rapat tingkat internasional atau pertemuan tingkat internasional digelar di Indonesia. Salah satunya, di Kepulauan Riau. (X-15)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved