Penyusup di Garuda Ingin Terkenal

MI
09/4/2015 00:00
Penyusup di Garuda Ingin Terkenal
(FACEBOOK)
MARIO Steven Ambarita, pemuda yang nekat menyelundup di rongga roda pesawat Garuda, menyimpan obsesi menjadi orang terkenal. Bahkan, ia menyebut dirinya sebagai the new president.

Keinginan itu, ia tumpahkan dalam akun facebook miliknya. Di dalamnya, dia juga memajang sejumlah tayangan dari youtube soal proses terbang dan mendaratnya pesawat Garuda Indonesia.

"Perang itu menakutkan dan keras, tapi aku pasti bisa," tulis Mario.

Pemuda asal Desa Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, itu menyelundupkan diri dalam pesawat Garuda jenis Boeing 737-800 yang terbang dari Pekanbaru ke Jakarta, Selasa (7/4). Ibu Mario, Tiar Sitanggang, mengaku kaget dengan ulah anak sulung dari lima bersaudara itu.

"Dia izin ke Pekanbaru pada 31 Maret lalu untuk mencari kerja. Sejak itu, saya tidak mendapat kabar dan sangat terkejut saat televisi menyiarkan keberadaannya di dalam pesawat Garuda," tutur Tiar.

Dia meminta aparat tidak menghukum anaknya. "Di mata keluarga, Mario itu baik. Sejak lulus SMK tiga tahun lalu, dia belum dapat pekerjaan tetap.

"Di Pekanbaru, General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Syarif Kasim II Slamet Samiadji mengakui pihaknya kecolongan.

"Otoritas bandara masih menyelidiki bagaimana aksi berbahaya itu bisa lolos di bandara internasional ini.

"Dari informasi sementara, Mario diduga menyelundup masuk di rongga pesawat Garuda Indonesia melalui jalur gudang kargo di samping bandara. Dari sana, dia menuju landasan pacu dan menyelinap di roda pesawat.

Kemarin, penyidik pengawai negeri sipil Kemeterian Perhubungan menetapkan Mario sebagai tersangka.

Mario terancam hukuman kurungan 1 tahun atau denda Rp500 juta karena ulahnya, juga sanksi hukuman 1 tahun atau denda Rp100 juta karena masuk bandara tanpa izin.

Dengan dijaga ketat petugas, Mario masih berada di kantor otoritas Bandara Soekarno Hatta. (RK/Bow/SM/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya