Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Iwan Zarkazi, bersama Ketua Komisi V DPR, Fary Francis, meresmikan pengoperasian jembatan gantung Kian Raiikun di Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/4).
Jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp3,4 miliar tersebut melintas di atas sungai Kian Raiikun sepanjang 84 meter yang menghubungkan Tialai dengan Desa Naekase dan desa-desa sekitarnya.
"Jembatan menjadi kado paskah bagi masyarakat," kata Iwan saat peresmian jembatan tersebut.
Sebelum jembatan dibangun, anak-anak yang bersekolah di seberang sungai seperti di Nenuk, Nela, dan Kimbana, Kecamatan Tasifeto Barat terpaksa melintasi sungai.
Ketua Komisi V DPR, Fary Francis, mengatakan, saat musim musim hujan, anak-anak di desa-desa tersebut kesulitan ke sekolah.
Baca juga: Penggantian Surat Suara Rusak di Kupang Dipercepat
"Harus berputar menggunakan jalur lain yang memakan waktu lama. Kebanyakan warga juga menggunakan jalan ini untuk urusan ekonomi, sosial dan budaya," katanya.
Fary menyebutkan Jembatan Kian Raiikun merupakan satu-satunya jembatan gantung di Kabupaten Belu. Jembatan ini dibangun sejak Oktober 2018 atas usulan warga setempat.
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, yang turut hadir pada peresmian jembatan tesebut berharap persoalan yang dihadapi warga lantaran keterbatasan akses jembatan secara perlahan teratasi.
"Semoga jembatan ini dapat menyeberangkan kemiskinan menuju kesejahteraan," ujarnya.
Jembatan Kian Raiikun tersebut merupakan satu dari empat jembatan gantung yang dibangun di NTT sejak 2018. Tiga jembatan lainnya yakni Jembatan Gantung Kali Nyonya di Kota Kupang, dan dua jembatan gantung lagi dibangun di Flores.
Sedangkan selama 2018, Kementerian PUPR membangun 167 jembatan gantung di seluruh Indonesia. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved