Jalur Bromo Tertutup Tanah Longsor

MI/ABDUS SYUKUR
08/4/2015 00:00
Jalur Bromo Tertutup Tanah Longsor
(ANTARA)
HUJAN yang mengguyur wilayah Pasuruan, Jawa Timur, termasuk di Kawasan Gunung Bromo sejak dini hari kemarin hingga sore, menimbulkan tanah longsor. Longsoran itu terjadi di Desa Baledono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dan membuat jalur menuju Bromo dari arah Pasuruan tertutup.

"Tanah longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Ruas jalan tertutup longsoran sepanjang 20 meter," kata Bakti Jati Permana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan.

Hingga saat ini, tanah longsor tersebut masih menutup ruas jalan. Warga serta aparat desa dan kecamatan di Kawasan Pegunungan Tengger itu, masih belum berbuat apa-apa karena hujan masih terus mengguyur.

"Kami dan semua aparat yang lain hanya bisa memantau keadaan dan bersiap-siap saja. Khawatir terjadi tanah longsor susulan," imbuh Bakti. Selain warga dan petugas sudah bersiaga, sejumlah alat-alat--termasuk peralatan berat--juga sudah disiapkan. Peralatan itu sudah tersedia dan sewaktu-waktu dapat digunakan untuk membersihkan bekas longsoran.

Di bagian lain, banjir bandang lumpur yang melanda wilayah Pasuruan sejak Jumat (3/4), hingga kemarin masih mendatangkan dampak. Di antaranya, endapan lumpur yang masih tebal mebuat aktivitas belajar mengajar SDN Bakalan Kota Pasuruan terpaksa diliburkan dan siswa kelas 6 tidak bisa melakukan ujian praktik.

"Kami masih fokus membersihkan sekolah lebih dulu. Untuk ujian praktik ditunda, hingga lingkungan bersih," kata Fatimah, salah seorang guru.

Seperti diketahui, banjir lumpur akibat curah hujan tinggi menerjang empat kecamatan di Kabupaten Pasuruan dan satu kecamatan di Kota Pasuruan.

Adapun banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang melanda 7 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jatim, dalam beberapa hari terakhir telah merendam jalan sepanjang 4,3 kilometer, 9 unit rumah, dan sebuah sekolah. Terdata lahan seluas 1.665 hektare terendam, sedangkan kerugian diperkirakan mencapai Rp1,6 miliar.

Menurut Bupati Bojonegoro Suyoto, kemarin, menjelaskan banjir luapan Sungai Bengawan Solo mengakibatkan 32 dusun dari 18 desa yang tersebar di 7 kecamatan tergenang. Kerugian materi didominasi kerusakan tanaman padi seluas 261 ha.

Adapun ruas jalan provinsi sepanjang kaki pegunungan Meratus yang menghubungkan Kabupaten Hulu Sungai Selatan menuju Kabupaten Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan kembali mengalami tanah longsor. Tercatat ada 30 titik tanah longsor di ruas jalan sepanjang kurang lebih 200 kilometer ini.

Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, kemarin, mengatakan tanah longsor di jalur yang berstatus jalan strategis nasional tersebut sudah kerap terjadi. "Kondisi ini telah kita laporkan ke balai besar jalan dan kita berharap segera ada perbaikan," tuturnya.

Supermarket bencana

Di sisi lain, pemerintah daerah di Provinsi Jawa Tengah diimbau meningkatkan komunikasi dan koordinasi terkait penanggulangan bencana. Jateng memiliki potensi bencana sangat besar, bahkan nomor satu di Indonesia.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Pramana pada acara Peningkatan Kapasitas Wartawan dalam Penanggulangan Bencana di Kota Surakarta, kemarin.

"Jateng ini tidak ubahnya seperti supermarket bencana, semua jenis bencana ada di sini," kata Sarwa.

Potensi bencana itu ialah tsunami, gempa bumi, gas beracun, gunung meletus, puting beliung, kekeringan, kebakaran, dan tanah longsor. Potensi bencana tersebar di seluruh wilayah Jateng yang terbagi dalam 35 kabupaten dan kota.

Potensi bencana tertinggi adalah banjir yang mengancam 91,42% wilayah, kemudian tanah longsor 82,85%, dan kekeringan 77,14%.

Sarwa mengatakan dari sisi kelembagaan Jateng cukup bagus. Dari 35 kabupaten dan kota itu hanya tinggal empat saja yang belum memiliki BPBD. Yakni, Tegal, Magelang, Sragen, dan Salatiga. (YK/DY/FR/DG/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya