SALAK pondoh memang identik dengan Pemkab Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepopuleran salak pondoh juga terdengar hingga negara tetangga. Meski salak pondoh sudah cukup populer, Pemkab Sleman terus melakukan penelitian dengan mengembangkan varietas-varietas unggulan baru. Salah satu varietas baru diberi nama salak madu Probo.
"Saat ini komoditas salak jenis baru ini masih diurus untuk mendapatkan hak paten dari Kementerian Pertanian," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Edi Srihamarmanta, Senin (6/4).
Lahirnya varietas baru itu berawal pada 2003 saat Probo, warga Dusun Soko, Desa Merdikorejo, Kecamatan Slemat, mengembangkan varietas baru. Wujud fisik salak tersebut memang tidak beda dengan salak varietas pondoh super. Namun ciri khas salak pondoh madu Probo, selain rasanya manis, kulitnya agak halus dan bagus (mengilat).
Pemkab Sleman memang menginginkan adanya hak paten agar memiliki kekuatan hukum. Label paten salak madu Probo diperkirakan keluar Juni mendatang. "Bila sudah keluar label patennya, kami akan langsung mengembangkan dan mempromosikan salak madu Probo, komoditas asli Sleman," tegas Edi.
Apabila label paten untuk salak madu Probo telah keluar, Pemkab Sleman telah mengantongi dua paten salak, yakni salak pondoh super dan madu Purbo.
Hingga saat ini salak jenis madu Probo ini belum terlalu banyak dikembangkan petani. Dari jumlah luasan keseluruhan lahan salak di Sleman sekitar 2.500 hektare, baru puluhan hektare lahan yang ditanami varietas baru tersebut.
Untuk menanam salak madu Probo, para petani masih mengalami kesulitan. Fakta di lapangan, banyak kulit salak yang mudah pecah karena petani terlalu banyak memberikan pupuk NPK. "Pupuk NPK harus dikurangi dan diperbanyak pupuk organik. Karena kuncinya, untuk menghasilkan kualitas buah yang bagus harus diperbanyak pupuk organiknya," ungkap Edi.
Saat ini harga salak madu Probo di pasaran dijual lebih mahal daripada salak pondoh super. "Salak pondoh super dijual sekitar Rp5.000 per kilogram, sedangkan salak varietas baru ini dijual Rp8.000 per kilogram," ujarnya. (N-4)