Perubahan Fungsi Hutan Turut Jadi Penyebab Banjir Sentani

Dhika Kusuma Winata
18/3/2019 17:46
Perubahan Fungsi Hutan Turut Jadi Penyebab Banjir Sentani
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merilis analisis penyebab banjir bandang yang menewaskan puluhan orang di Sentani, Papua.

Curah hujan tinggi serta jebolnya bendung alami di wilayah timur Sentani disebut menjadi penyebab banjir. Selain itu, adanya perubahan fungsi hutan untuk penggunaan lahan permukiman dan pertanian lahan kering campur pada daerah tangkapan air (DTA) banjir seluas 2.415 hektare di kawasan tersebut turut memperburuk daya dukung lingkungan.

"Kerawanan di sana sudah dipetakan. Daerah Sentani memang secara alami sangat rawan bencana banjir dan longsor," kata Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK IB Putera Parthama kepada Media Indonesia, Senin (18/3).

Menurut analisis KLHK, curah hujan ekstrem di Sentani mencapai 248,5 milimeter per hari yang menghasilkan debit aliran tinggi. Air itu tidak mampu ditahan bendung alami yang berada di wilayah pegunungan Sentani. Bendung alami jebol dan menimbulkan banjir bandang.

KLHK mencatat sebagian besar DTA banjir merupakan daerah dengan potensi limpasan tinggi dan ekstrim. Lokasi titik banjir merupakan dataran aluvial dan berdekatan dengan lereng kaki (foot slope), sehingga secara geomorfologis merupakan sistem lahan yang mudah tergenang (inundated land system).

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional, bencana yang terjadi Sabtu (16/3) lalu itu hingga Senin (18/3) telah menyebabkan 79 orang meninggal dunia.

Putera mengatakan pihaknya bakal menambah rehabilitasi lahan di kawasan Sentani. Sejauh ini, rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan tersebut selama 2014-2016 sudah dilakukan seluas 710,7 ha.

"Kita akan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan di tempat yang diperlukan. Sudah dialokasikan untuk tahun ini rehabilitasi seluas 1.000 hektare untuk DAS Memberamo yang di dalamnya termasuk DAS Sentani. Ada kemungkinan rehabilitasi di sana akan diperluas," imbuh Putera. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya