Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga mulai melakukan inventarisasi dan mencatat jalan milik provinsi Jatim yang rusak akibat bencana banjir.
Salah satunya ruas jalan provinsi di kawasan Pacitan. Sejumlah bahu jalan di Jalan Ponorogo-Pacitan ambrol tergerus aliran Sungai Grindulu yang mengakibatkan sejumlah badan jalan retak.
Kepala PU Bina Marga Jawa Timur, Gatot Sulistyo Hadi mengatakan pascabanjir yang terjadi beberapa waktu lalu di kawasan Nganjuk hingga Pacitan menyisakan kerusakan. Hasil inventarisasi dari PU Bina Marga Jatim, ada lima jalan provinsi yang retak dan membutuhkan penanganan segera.
Dinas PU Bina Marga mengusulkan anggaran perbaikan jalan Pacitan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi. Jumlah yang diajukan kurang lebih Rp11 miliar.
Dari Sukabumi, pemerintah daerah setempat segera membuat mitigasi bencana. Langkah ini dinilai penting karena wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki kontur tanah yang labil. “Mitigasi bencana sangat penting karena nanti berkaitan dengan antisipasi maupun penanganan bencana,” kata Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono.
Bencana berskala besar hingga menimbulkan puluhan korban jiwa terjadi di Dusun Cimapag/Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok mengawali tahun ini.
Adapun dari Maluku, Kapal Motor Mersia rute Pelabuhan Tulehu, Pulau Ambon, tujuan Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, tenggelam di Laut Banda, kemarin. Kapal pesiar ini berangkat dari Pelabuhan Tuleh menuju Pulau Banda, Rabu (13/3) sekitar pukul 19.00 WIT.
Kepala Kantor SAR Muslimin mengatakan kapal membawa 15 orang itu, lima di antaranya adalah WNA, seorang WNI sebagai pemandu wisata, dan delapan anak buah kapal.
“Info dari agen kapal, KM Mersia tenggelam. Adapun para penumpang selamat. Mereka berada di life craft dan masih bisa berkomunikasi dengan agen kapal di Bali lewat telepon satelit,” kata Muslimin.
Lima WNA berasal dari Belanda, Filipina, Republik Seychelles, dan dua dari Qatar. Muslimin belum mengetahui penyebab tenggelamnya kapal pesiar itu. Dugaan sementara akibat gelombang laut yang mencapai 2 meter dan angin kencang. (FL/HJ/BB/JS/JL/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved