Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mewaspadai potensi tanah longsor setelah surutnya banjir luapan Sungai Bengawan Solo belum lama ini. Terlebih, sejumlah titik tanggul Bengawan Solo juga dalam kondisi kritis.
BPBD setempat juga mewaspadai potensi kejadian lain dan mewabahnya penyakit kulit yang menyerang para warga selepas surutnya luapan Bengawan Solo. Menurut Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Kantor BPBD Bojonegoro Eko Susanto, ada sejumlah potensi bencana yang mesti di waspadai pascabanjir luapan Sungai Bengawan Solo di wilayanya. Di antaranya, bencana tanah longsor, musibah warga tenggelam di Bengawan Solo, dan serangan penyakit gatal pada para korban banjir.
Pihaknya juga mencatat sejumlah titik tanggul Bengawan Solo banyak ambles dan longsor. Antara lain, tanggul di Desa Mbaru, Kecamatan Padangan, tanggul Grape di Kecamatan Kanor, juga tanggul tebing Bengawan di Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, serta tebing Desa Banjarejo dan Semanding di Kecamatan Bojonegoro.
Karena itu, BPPD Bojonegoro akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengantisipasi bencana pascabanjir tersebut. Di antaranya berkoordinasi dengan Balai Besar Bengawan Solo (BBWS) untuk penanggulangan tebing dan tangggul kritis. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada meningat ramalan BMKG, potensi curah hujan di kawasan hulu dan hilir Bengawan Solo juga masih cukup tinggi.
Hujan deras juga masih terjadi di beberapa wilayah di Jawa pada pertengahan Maret tahun ini. Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD DIY, Danang Samsurizal, dalam laporan BPBD DIY menyampaikan telah terjadi hujan deras disertai angin kencang di Kabupaten Sleman pada siang kemarin. Dampaknya sekitar 30 pohon tumbang di Sleman dan beberapa tiang listrik ikut roboh.
Di Gunungkidul, sekitar 5 pohon dilaporkan tumbang dan atap rumah warga tertiup angin. “Penanganannya sampai saat ini masih terus dilakukan oleh petugas, warga masyarakat, dan komunitas relawan,” pungkas dia.
Mengungsi
Sebanyak 188 keluarga atau 228 jiwa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan masih mengungsi ke tempat lebih aman karena terdampak berbagai kejadian bencana selama Februari. Mayoritas dari pengungsi terdampak bencana tanah longsor bersamaan tingginya curah hujan.
Kepala Pelaksana Harian BPPD Kabupaten Sukabumi, Asep Suherman, menyebutkan selama Februari terjadi 47 kali bencana. Rinciannya, gempa 5 kali, tanah longsor 23 kali, kebakaran 7 kali, banjir 1 kali, per-gerakan tanah 3 kali, dan terjangan angin puting beliung 8 kali. Puluhan kali bencana selama Februari juga berdampak terhadap 123 unit ba-ngunan rumah rusak ringan hingga rusak berat.
Sementara itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Priangan Timur kemarin menyebabkan tebing setinggi 15 meter longsor hingga menutup badan jalan di Kampung Cibalong yang menghubungkan Jalan Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya.
“Untuk mengantisipasi banjir, longsor, dan angin puting beliung BPBD telah memberi berbagai peralatan mulai dari cangkul, sekop, gergaji senso, dan golok untuk membantu masyarakat. (BB/AT/AD/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved