Disabilitas tak Halangi Kemahiran Adul

Dipi Gunawan/N-1)
14/3/2019 02:45
Disabilitas tak Halangi Kemahiran Adul
(MI/DEPI GUNAWAN)

MEMILIKI keterampilan dan kepercayaan diri bisa menjadi modal penting bagi seseorang untuk bertahan hidup. Adalah Abdul Manan, 37, penyandang disabilitas yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las keliling.

Lewat pekerjaan tersebut, warga Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat itu bisa mandiri dengan menghidupi istri serta anaknya. Bahkan, ia sudah memiliki pelanggan tetap dengan penghasilan rata-rata mencapai Rp2,5 juta per bulan.

Kedua kaki Adul, sapaan Abdul Manan, mengalami cacat sejak lahir sehingga tidak memungkinkannya untuk berjalan normal. Untuk bisa beraktivitas, Adul memodifikasi sepeda motor miliknya sehingga bisa digunakan untuk memenuhi panggilan pelanggannya.

Sejak 2007, Adul sudah menekuni usaha tukang las. Baginya, yang terpenting ialah percaya diri sehingga bisa menunjukkan jika penyandang disabilitas bisa berbuat seperti orang normal pada umumnya. “Dari 2007 sampai sekarang, sejak masih bujangan hingga memiliki istri dan seorang anak. Pertama, saya diajari teman mengelas besi, terus coba sendiri,” kata Adul di bengkel kerjanya yang tidak luas.

Adul pun menolak jika dibedakan dengan orang normal pada umumnya. Dengan cekatan, ia mengandalkan keterampilannya dalam mengelas besi, kanopi, hingga naik ke atas pagar meski pada awalnya banyak pelanggan yang meragukan kemampuannya.

Bapak satu anak itu mengaku, sama sekali tidak mengenyam bangku sekolah lantaran orangtuanya takut Adul minder. Butuh proses yang sangat panjang bagi Adul untuk memiliki rasa percaya diri. Itu dia akui.

Berkat pergaulannya yang luas, Adul akhirnya bisa diterima apa adanya oleh warga sekitar hingga mampu membaca dan menulis secara autodidak. “Dulu saya pernah minder, malu, baru setelah umur 13 tahun saya berani keluar rumah. Ternyata, orang-orang sekitar memandang biasa kepada saya, enggak membeda-bedakan, mereka bisa terima keadaan saya,” tuturnya.

Selain mengelas, Adul ternyata juga ahli menyervis motor dan mobil yang ia lakoni hanya di hari libur. Untuk menambah penghasilan, Adul dibantu istrinya berjualan bensin di depan rumah. “Dulu saya pernah beternak bebek dan bikin perkakas,” ujarnya.

Hasil kerja Adul pun diapresiasi pelanggannya. Roqib, misalnya, menilai Adul memiliki keterampilan melebihi orang normal. Setiap bagian pekerjaan Adul kerjakan dengan teliti dan rapi.

“Hasil pekerjaannya rapi karena ketelitiannya, banyak orang yang butuh jasanya. Bahkan, pagar setinggi 3 meter di belakang rumah dengan gampang dinaiki sehingga saya tidak pernah ragu untuk mempekerjakan Adul,” tutur Roqib. (Dipi Gunawan/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya