Ribuan Bayi Menderita Stunting

(AS/RS/N-3)
14/3/2019 02:15
Ribuan Bayi Menderita Stunting
(ANTARA FOTO/Maulana Surya)

JUMLAH anak penderita stunting (kekerdilan atau gagal tumbuh) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih mencapai ribuan, kepala desa dan camat dikerahkan untuk segera melakukan pendataan dan menanggulangi.

Jumlah penderita stunting di Kota Sate ini tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kedungtuban, Randulawang, Rowobungkul, Gondoriyo, dan Puledagel. Data Dinas Kesehatan Blora pada 2018 menyebutkan, dari 45.637 bayi yang ada, sebanyak 8,3% atau 3.000 lebih menderita stunting. 

“Pak camat dan kades saya minta ikut memantau langsung ke lapangan, mendata semua bayi yang ada di desanya, bersama bidan desa memantau kondisi pertumbuhan bayi agar tidak stunting. Saya minta nama dan alamat bayi menderita stunting segera dilaporkan ke meja saya,” tegas Bupati Blora Djoko Nugroho, Rabu (13/3).

Jika ditemukan ada stunting, lanjut Djoko, para pimpinan wilayah diperintahkan segera mengidentifikasi untuk mengetahui penyebabnya sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat.

Tidak hanya bayi, ujar Djoko, ibu hamil juga perlu dikawal agar pertum-buhan janin di dalam rahimnya bisa sempurna, terutama asupan gizi maupun kebersihan lingkungan rumahnya. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus bisa mengambil peran dalam upaya penanggulangan stunting ini.

“Saya ingin bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) difo-kuskan untuk pembangunan lantai rumah, sanitasi, dan ventilasi udara,” imbuhnya.

Ia mengatakan, para orangtua harus diberikan pemahaman pentingnya pemberian asupan gizi berimbang. Tidak orang miskin saja yang terancam kena stunting, orang kaya juga bisa. Hal ini akibat ketidakpahaman tentang asupan gizi yang sehat untuk anak-anaknya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik Hernanto secara terpisah menyatakan, pihaknya fokus penanggulangan stunting, termasuk asupan­ gizi yang cukup pada ibu hamil. 

Pil pintar
Pemkot Denpasar, Bali, melalui dinas kesehatan secara berkelanjutan melaksanakaan berbagai program kesehatan. Selain melaksanakan vaksinasi kanker serviks sejak dini, Dinkes Denpasar juga gencar melaksanakan Gerakan Jumat dengan Pil Pintar, Sehat dan Cantik (Gemar Tersyantik).

Kadis Kesehatan Kota Denpasar, Luh Putu Sri Armini, menjelaskan, pelaksanaan Gemar Tersyantik ini merupakan kegiatan yang telah dilaksanakan sejak 2017. Secara berkelanjutan terus dilak-sanakan hingga sekarang. Kegiatan yang dikemas dengan pemberian pil atau tablet tambah darah (TTD) setiap Jumat ini dilaksanakan guna meningkatkan status gizi remaja putri, sehingga ke depannya dapat memutus mata rantai terjadinya stunting (gangguan gizi), mencegah anemia, serta meningkatkan cadangan zat besi.

“Sebagai calon ibu, perempuan harus diberikan perhatian sejak dini sehingga generasi kedepannya dapat terlahir dengan sehat jasmani dan rohani,” jelasnya.

Sri mengatakan, pemberian TTD dan vitamin A dilaksanakan dengan menyasar perempuan remaja serta perempuan usia subur, yang difokuskan pada siswi SMP di Kota Denpasar. “Untuk saat ini kita fokuskan di seluruh SMP se-Kota Denpasar, untuk tingkat SMA kita masih melaksanakan kordinasi dengan Disdik Provinsi Bali,” ujar Sri Armini. (AS/RS/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya