Mitos-Mitos yang Menyelimuti

Irana Shalindra, Anwar Surachman
07/4/2015 00:00
Mitos-Mitos yang Menyelimuti
(MI/ATET DWI PRAMADIA)
''KAMI sempat dibangunkan penunggu pos ini. Kaki saya dan Onci ditarik. Dia menegur, jangan membangun tenda terlalu dekat jalur, menghalangi jalan,'' kata Oyong, yang memandu kami dalam pendakian Gunung Tambora, sesaat setelah meninggalkan Pos III, Jumat (27/4) pagi.

Ya, seperti biasa setiap pendakian kerap dibumbui hal-hal di luar nalar serta berbagai mitos. Ada sejumlah pos yang juga dianggap memiliki penunggu dari dimensi lain. Pendaki yang datang diminta berhati-hati dan menjaga tingkah laku serta ucapan mereka.

Mitos juga melekat dengan makna kata `tambora` yang oleh masyarakat lokal acap dimaknai ajakan menghilang. `Ta` dalam bahasa Bima berarti ajakan, sedangkan `mbora` diartikan menghilang. Erupsi Tambora dilekatkan dengan arti namanya. ''Ada kisah, sebelum gunung meletus, ada ulama sakti yang mengajak orang-orang untuk menghilang. Macam-macam,'' tutur Saiful Bahri, Koordinator Komunitas Pecinta Alam Tambora (K-Pata).

Dalam Syair Kerajaan Bima yang dikutip sejarawan Adrian B Lapian pada salah satu tulisannya, erupsi tersebut ialah hukuman atas perlakuan Raja Tambora dan Raja Pekat terhadap Haji Mustafa yang dianggap `keramat`.

Adapun pada Kerajaan Bima dalam Sastra dan Sejarah termaktub cerita rakyat yang hampir serupa. Alkisah ada saudagar Said Idrus, ketika akan salat di masjid, ada anjing masuk. Ia meminta penjaga mengusir anjing itu. Sang penjaga keberatan karena anjing itu milik Raja Tambora. Said berkeras, siapa pun yang memasukkan anjing ke rumah Allah sama dengan kafir.

Raja yang dilapori peristiwa jadi murka. Ia lantas mengundang Said untuk makan dan diam-diam menyajikan daging anjing. Seusai bersantap, Raja memberitahu Said bahwa yang dimakannya itu daging anjing.

Terjadilah perselisihan. Dalam amarahnya, Raja memerintahkan rakyatnya membunuh Said di puncak Gunung Tambora. Di sana, jenazahnya dimasukkan ke gua. Konon, saat itulah menyala api di gunung. (X-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya