Pembangunan Sekolah di NTB Berlanjut

Yusuf riamanĀ 
12/3/2019 23:30
Pembangunan Sekolah di NTB Berlanjut
( MI/ATET DWI PRAMADIA)

MEDIA Group kini tengah menyelesaikan pembangunan enam unit sekolah dasar negeri dan madrasah ibtidaiah di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pembangunan kembali sekolah-sekolah itu karena rusak akibat gempa bumi tahun lalu. 

“Alhamdulillah pembangunan sedang dilaksanakan, dan progresnya cukup bagus. Kita harapkan seluruh sekolah tersebut rampung serta bisa dimanfaatkan pada Juni mendatang,” kata Ketua Yayasan Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG), Ali Sadikin saat mengecek perkembangan pembangunan gedung sekolah di Lombok, Senin (11/3).

Adapun sekolah yang dibangun­ Media Group ialah Madrasah Ibtidaiah (MI) Ishlahul­ Ummah di Kecamatan­ Gangga, SDN 3 Kecamatan Pemenang, dan SDN 1 Sigar Penjalin, Kecamatan­ Tanjung. Seluruhnya di Kabupaten Lombok Utara. 

Kemudian, SDN 2 Kekait dan MI At-Tahzib di Kecamatan­ Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, dan SDN 5 Pohgading­, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Adapun enam sekolah yang sedang dibangun ini memiliki jumlah murid cukup banyak.

Ketua Yayasan Pendidikan At-Tahzib, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Zaini menyambut gembira dan berterima kasih atas upaya yang sudah dilakukan Media Group untuk membangun sekolah yang rusak sehingga anak-anak bisa kembali bersekolah.

DKMG juga membangun lebih dari 1.300 hunian sementara yang tersebar di beberapa lokasi di Kabupaten Lombok Utara.

Sebaliknya, di Sumatra Barat, sebagian penyintas gempa Solok Selatan masih bertahan di tenda pengungsian. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur, mengatakan para pengungsi bertahan di tenda karena masih trauma. Sebagian besar pengungsi yang masih bertahan di tenda ialah penduduk Jorong Koto Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan.

Kelaparan
Pada bagian lain, korban banjir di Kampung Weor, Desa Macan Tangar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kelaparan. Ada 127 orang yang mengungsi saat banjir bandang. 

“Sudah enam hari ini kami mengonsumsi pisang rebus untuk bertahan hidup,” kata Maria Jania.

Ia bersama 127 pengungsi lainnya masih menunggu bantuan pangan. Menurutnya, lima hari belakangan ini logistik untuk pengungsi belum tiba di lokasi. 

Adanya laporan itu, Polres Manggarai Barat dipimpin Kapolres AKBP Julisa Kusumowardono bersama organisasi sosial lainnya kemudian mengirimkan bantuan logistik termasuk selimut, pakaian, dan air minum.

Sementara itu, di Lamongan­, banjir luapan Sungai Bengawan­ Solo sudah berangsur surut. Pemkab telah menyiapkan bantuan untuk para korban. Banjir sempat menggenangi 765 unit rumah di 21 desa dari lima kecamatan di Lamongan.

Dampak banjir, selain menimbulkan kerugian juga memunculkan banyak penyakit. Kabid Penanggulangan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sri Wahyuningsih, menyebutkan selain demam berdarah dengue, penyakit lain yang muncul saat musim pancaroba ialah diare dan flu. “Ini perlu diwaspadai masyarakat selama pancaroba,” ujarnya. (YH/JL/YK/RS/DW/N-2)
 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya