Kasus DBD Meningkat Warga Diminta Giatkan PSN

(JS/AD/RF/N-3) 
11/3/2019 23:45
Kasus DBD Meningkat Warga Diminta Giatkan PSN
( ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

MASYARAKAT Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diminta waspada terhadap peningkatan kasus demam berda-rah dengue (DBD) tahun ini. Pasalnya, hingga akhir Februari dilaporkan sudah mencapai 35 kasus. Jumlah ini naik dari tahun lalu yang hanya 20 kasus.
Hal itu dikemukakan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Dinas Kesehatan Klaten, Wahyuning Nugraheni, Senin  (11/3).

Serangan DBD di Klaten, lanjut Wahyuning, perlu dikendalikan­. Untuk itu, ge-rakan­ PSN (pemberantasan sarang nyamuk) harus diintensifkan lagi.

Untuk pengendalian DBD, Dinas Kesehatan Klaten telah melakukan fogging (pengasapan­) di empat de-sa terserang, yakni Desa Banyuripan, Bayat; Desa Bawukan, Manisrenggo; Desa Jambukulon, Ceper; dan Desa Sengon, Prambanan.

Menurut Wahyuning, fogging itu tidak efektif. Selain menebar racun yang dapat mengganggu kesehatan, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. “Jadi, kami sangat selektif untuk melayani permintaan fogging dari masyarakat. Kecuali sudah ada korban yang dinyatakan positif DBD,” ujarnya. 

Peningkatan kasus DBD juga terjadi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak Ja-nuari hingga awal Maret ini sudah merenggut enam korban jiwa. Angka penderita juga naik, dari 116 menjadi 142 orang.

“Peningkatan rata-rata setiap harinya 3-8 orang. Kami tetap gencar menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan PSN melalui pembinaan kepada seluruh masyarakat,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehat-an Lingkungan (P2KL) Dinas Kesehatan, Kota Tasikmalaya, Sarwono, Senin  (11/3).

Menurut Sarwono, meningkatnya kasus DBD ini disebabkan kesadaran masyarakat dalam PSN masih sangat rendah. Kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan sendiri mulai menguras, menimbun, dan membakar sangat minim.

Kawasan endemis DBD di Kota Tasikmalaya, antara lain di Kecamatan Tawang, Cipe-des, Indihiang, Cihideung, Tamansari, Kawalu, Cibeureum, Bungursari, Purbaratu, dan Mangkubumi. 

Upaya penggalakan PSN juga dilakukan Provinsi Bangka Belitung (Babel). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Babel, Muhammad Hendri, mengatakan PSN dapat di lakukan dengan menguras bak atau tempat penampung air secara rutin. “Untuk menguras tempat air bisa dua kali sehari. Kita utamkan PSN daripada fogging,” kata Hendri.

Selain itu, mengaktifkan program satu rumah satu juru pemantau jentik atau Jumantik, yakni pemilik rumah itu sendiri, yang akan di pantau kader. Kader jumantik ini bekerja sama dengan desa melalui anggaran dana desa (ADD).

“Dulu Jumantik ini di bayar kabupaten, tapi mulai tahun ini kita kerja samakan dan masuk kegiatan desa, tahun ini honor kader jumantik dari dana desa,” tandasnya. (JS/AD/RF/N-3) 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya