Puluhan Sapi Mati Terjangkit Virus Jembrana

(MY/N-3) 
11/3/2019 23:30
Puluhan Sapi Mati Terjangkit Virus Jembrana
(ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

SEDIKITNYA 73 ekor sapi milik warga di sembilan kelurahan di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mati terserang penyakit jembrana sejak dua bulan terakhir.

“Jumlah sapi milik warga di sembilan kelurahan di Kecamatan Mukomuko, yang mati mulai Januari hingga awal Maret 2019 mencapai 73 ekor sapi karena dilepasliarkan pemiliknya,” kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Warsiman, di Bengkulu, Senin  (11/3).

Penyakit jembrana, lanjut dia, akan terus menular kepada sapi milik masyarakat yang ada di daerah tersebut meskipun petugas kesehatan hewan yang ada sana terus melakukan vaksinasi dan pengobatan terhadap ternak sapi yang terserang jembrana tapi bukan menjadi jaminan dapat dihentikan.

Saat ini upaya yang dilakukan selain sapi mendapatkan vaksin dari dinas peternakan kabupaten setempat, juga meminta pemilik ternak jangan melepasliarkan ternaknya.

“Jika ada indikasi penyakit yang menyerang agar segera mungkin dilaporkan sehingga pihaknya bersama petugas kesehatan hewan akan langsung turun ke lapangan untuk mengambil langkah pencegahan dan pengobatan,” imbuhnya.

Puluhan ekor sapi yang mati di sembilan kelurahan di Kecamatan Mukomuko, yakni Pasar Mukomuko, Bandar Ratu, Koto Jaya, Ujung Padang, Tanah Rekah, Pasar Sebelah, Pondok Batu, Selagan Jaya, dan Tanah Harapan.

Dinamai jembrana karena berasal dari sapi bali, yang disebabkan virus retrovirus. Penyakit itu ditandai dengan berbagai gejala, seperti depresi, anoreksia, demam, perdarahan­ ekstensif di bawah kulit, dan kebengkakan kelenjar limfa, juga disertai diare berdarah. Ditemukan juga pada banyak kasus disertai perdarahan kulit sehingga penyakit ini juga disebut sebagai penyakit keringat darah. (MY/N-3) 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya