Peredaran Sabu Seberat 20 Kg Digagalkan

(BB/DG/N-3)
11/3/2019 23:15
Peredaran Sabu Seberat 20 Kg Digagalkan
(ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

TIM gabungan Badan Narko-tika Kabupaten (BNK) Sukabumi dan BNP Jawa Barat serta BNN menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 20 kilogram (kg) di Sukabumi, Jawa Barat. Tim juga menangkap empat tersangka.

Kepala BNK Sukabumi, AKB Deni Yusdanial, saat dihu-bungi­, kemarin, menyebutkan empat orang yang ditangkap masing-masing berinisial AG, LI, AJ, dan GI. Sabu tersebut dikemas dalam bungkus teh cina berwarna kuning emas, berlogo bintang lima. “Keempat tersangka merupakan orang Sukabumi. Mereka mempunyai peran berbeda-beda,” kata Yusdanial.

Yusdanial menuturkan, tersangka AG masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus peredaran ganja seberat 2,2 ton pada Februari 2016 lalu. Waktu itu lokasinya berada di Cianjur, Jabar. Peran AG sebagai pengendali yang menerima orderan dari DPO berinisial J, sedangkan LI sebagai pengendali dan pe-rekrut. Sementara itu, AJ dan GI berperan sebagai sopir.

“Ini merupakan sindikat jaringan­ internasional dan kami berupaya membongkar-nya,” janji Yusdanial. 

Dalam upaya memerangi narkoba, BNK Bandung Barat menggulirkan program Bersih Narkoba (Bersinar). Sebagai tahap awal, program ini akan menyasar di tiga desa dan 15 SMP Negeri.

Kepala BNK Bandung Barat, Sam Norati, mengatakan dalam program Bersinar ini, pihaknya melakukan edukasi ke desa dan sekolah. Tujuannya agar masyarakat tidak takut melaporkan ketika menemukan adanya kasus penyalahgunaan narkoba. Mereka akan dilindungi.
“Sebab penyelesaian kasus narkoba ini bisa terealisasi dengan kerja sama dan gotong-royong masyarakat karena tidak bisa hanya BNK yang bergerak,” ujarnya.

Sam menyebutkan, tiga desa yang dipilih untuk menjalankan program tersebut, di antaranya Desa Wangunharja (Kecamatan Lembang), Desa Ciwaruga (Kecamatan Parongpong), dan Desa Tanimulya (Kecamatan Ngamprah).

Dia menilai, dipilihnya tiga desa tersebut lantaran dianggap sudah siap serta ma-syarakatnya sangat antusias menyambut program ini. Di samping itu, kepala desanya juga sangat peduli dengan permasalahan narkoba. Pencegahan, lanjut dia, bisa dimulai dari tingkat RT dan RW supaya lingkungannya bersih dari narkoba.

“Selain di desa, program ini akan dijalankan di 15 SMP, yang sudah berjalan di SMPN 1 Cihampelas melalui kampanye antinarkoba dengan media poster yang dibuat para siswa. Pencegahan penyalahgunaan narkoba dimulai dari siswa, guru, hingga kepala sekolah,” tuturnya. (BB/DG/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya