Wilayah Gresik Siaga Banjir

MI/BAGUS SURYO
07/4/2015 00:00
Wilayah Gresik Siaga Banjir
(Antara/Aguk Sudarmojo)
PERUSAHAAN Umum Jasa Tirta (PJT) 1, Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan hilir Bengawan Solo di Laren, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, siaga merah dengan ketinggian mencapai 5,5 meter di atas permukaan laut (mdpl) dari posisi siaga hijau 4,5 mdpl.

Siaga merah di Laren, Gresik, itu merupakan indikator bahwa banjir di Bojonegoro Kota mulai surut, sebab air mulai mengalir ke hilir.

Kepala Bagian Humas PJT 1 Malang Didit Priambodo, kepada Media Indonesia, kemarin, mengatakan banjir di Bojonegoro Kota bukan berasal dari luapan Bengawan Solo, sebab posisi elevasi sejak Minggu (5/4) dalam kondisi siaga hijau. Mungkin banjir disebabkan luapan air di saluran yang kurang bagus sehingga air tidak bisa cepat masuk ke sungai.

Didit menjelaskan kondisi terkini ialah siaga hijau dan posisi di Babat, Lamongan, siaga kuning dengan ketinggian 7,68 mdpl dari posisi siaga hijau 7 mdpl. Selain itu, kondisi di Laren siaga merah. Dengan demikian, air mengalir dengan cepat sejak pukul 01.00 WIB.

Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena elevasi di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Jawa Tengah, di atas pola mencapai 135,98 mdpl. Dengan posisi itu, kelebihan air baku disalurkan ke pintu limpasan air (spillway) agar tidak merusak bangunan waduk.

Kelebihan air itu dibuang ke daerah aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, sehingga wajar bila sejumlah titik siaga banjir, yakni siaga kuning dan merah dengan ditandai peningkatan debit.

Di sisi lain, peningkatan debit air setelah terjadi hujan deras akhir-akhir ini juga terjadi di Waduk Seng guruh, Kabupaten Malang. Kendati waduk setempat siaga merah, kondisi elevasi di Waduk Sutami, waduk terbesar di Jatim, tetap aman dengan elevasi 268,65 mdpl.

Adapun banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo dalam dua hari terakhir juga melanda Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jatim. Meski banjir berangsur surut, sedikitnya 200 hektare (ha) tanaman padi siap panen di delapan desa setempat masih terendam banjir, kemarin siang. Desa yang terendam yakni Karangtinoto, Bulurejo, Ngadirejo, Tambakrejo, Kanorejo, Sawahan, Rengel, dan Desa Maibit.

Jatiluhur siaga

Di bagian lain, tinggi muka air di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, memasuki status siaga. Status itu ditetapkan setelah selama sepekan curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah waduk dan sekitarnya.

"Tinggi muka air saat ini sudah mencapai 107,73 meter di atas permukaan laut. Statusnya siaga,"kata Kepala Unit Penegakan Hukum Terpadu Satuan Polisi Air Polres Purwakarta Brigadir Suryadi di Waduk Jatiluhur, kemarin.

Ditegaskan Suryadi, status waduk akan ditingkatkan menjadi siaga satu jika tinggi muka air menyentuh 108 mdpl. "Satu kampung di tengah waduk sudah terendam, namanya Kampung Madang. Kampung itu jadi langganan terendam," ungkapnya.

Direktur Pengelolaan Air Perum Jasa Tirta Harry M Sungguh mengatakan, meski sudah berstatus siaga, kondisi tersebut masih dalam batas normal. Status itu tidak akan jadi penyebab banjir di kawasan hilir Sungai Citarum seperti di kawasan Karawang dan Bekasi.

Dari Balikpapan, Kalimantan Timur, guyuran hujan 5 jam menyebabkan banjir merendam beberapa ruas jalan, kemarin. Titik yang terendam banjir yakni Jalan MT Haryono dan Ahmad Yani. Hal itu disebabkan kurangnya kawas an serapan air dan drainase yang tidak baik.

Sejumlah kendaraan roda dua dan empat terpaksa parkir di pinggir jalan sembari menunggu air surut. Akibatnya, kemacetan tidak terhindarkan. Di persimpangan jalan, petugas Polantas Polres Balikpapan dan dishub ikut membatu pengaturan lalu lintas dan mengarahkan pengemudi mencari jalan alternatif. (RZ/YK/SY/AB/JS/RS/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya