Kunjungan Wisatawan ke Babel Turun        

Rendy ferdiansyah 
08/3/2019 23:20
Kunjungan Wisatawan ke Babel Turun        
( ANTARA FOTO/M Agung )

MAHALNYA harga tiket pesawat memicu turunnya kunjungan wisatawan ke Bangka Belitung. Hingga saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke Bangka Belitung turun hingga 50%. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung (Babel), M Rivai, menyatakan hal itu berdasarkan data survei acak dari pintu ke pintu. 

“Kunjungan ke Babel berkurang hingga 50% berdasarkan survei acak door to door yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung,” kata Rivai saat berkunjung ke SMAN 3 Pangkalpinang, Jumat (8/3).

Dia menyebut gejolak penurunan kunjungan ke Babel itu terasa selama Januari. Namun kemudian, saat Februari hingga sekarang sudah sedikit membaik. “Harga tiket sudah relatif lumayan. Dari Rp1,3 juta menjadi Rp700 ribuan. Saya tidak tahu berapa harga normalnya, tetapi kalau ke Jakarta biasanya maksimal Rp850 ribu,” kata Rivai. 

Gejolak harga tiket yang berimbas pada angka kunjungan juga terjadi pada kunjungan ke daerah lain di Indonesia. “Kalau di pariwisata itu gampang sekali, berapa tingkat hunian hotel. Kedua, berapa pelaku UKM dapat omzet jika dibandingkan dengan harga tiket naik. Saya yakin ada penurunan,” tambahnya. 

Terkait dengan pemulihan pariwisata di Babel, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif­ Kabupaten Belitung berencana membuat peraturan bersama kelayakan dan tarif perahu wisata.

Pengembangan wisata 
Sementara itu, di sejumlah daerah, pemerintah daerah terus menggenjot pendapatan daerah dengan berbagai cara. Seperti Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), terus mendorong karya seni Rengganis yang memadukan kreasi seni tari dengan rampak kendang. Apalagi, karya seni itu telah memenangi atraksi wisata se-Jateng bagian selatan pekan lalu. 

Kepala Dinporapar Purbalingga Yanuar Abidin mengatakan pihaknya terus mendorong event dan atraksi seni untuk untuk mendukung pariwisata. “Event wisata telah nyata memberikan dampak positif bagi kunjungan dan promosi wisata di daerah. Mulai 2019 Pemkab Purbalingga terus mendorong penyelenggaraan event dan kreasi seni untuk mendongkrak kunjungan wisatawan,” jelas Yanuar, Jumat (8/3).

Dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman, akan menggelar Volcano Run 2019 untuk tujuan wisata olahraga pada Minggu (10/3). 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih, mengatakan acara berskala internasional ini akan masuk calendar  of event Kabupaten Sleman pada 2020. “Kami berharap dengan Volcano Run 2019 ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sleman,” kata Sudarningsih.

Wisata olahraga ini berupa lomba lari mengelilingi desa-desa wisata di lereng Merapi yang indah dan menantang. 

Sementara itu, di Kota Cirebon, upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan dengan mengoptimalkan aplikasi wisata Kota Cirebon (Wistakon). Dalam aplikasi ini terdapat agenda pariwisata, hotel, dan lokasi wisata.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan pihaknya bersama Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon akan mengoptimalkan aplikasi Wistakon yang sudah diluncurkan tahun lalu. 

“Kami akan mendampingi DKOKP Kota Cirebon secara teknis. Sejumlah agenda wisata yang dilakukan di Kota Cirebon bisa dilihat di aplikasi Wistakon,” kata Iing. (LD/AU/UL/N-2)
 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya