Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UPACARA Tawur Agung Kesanga yang biasa digelar umat Hindu sehari sebelum Nyepi terlihat berbeda di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Puluhan umat dari agama lain di kota itu juga turut dilibatkan memeriahkan upacara. Ada umat muslim yang mementaskan tarian reog ponorogo dan pemuda-pemuda Kristen dan Katolik dari suku Timor mementaskan tarian barongsai.
“Ini salah satu kelebihan di Kota Kupang sebagai kota harmoni dan toleran, kita libatkan etnik dan agama lain karena sejatinya agama kita berbeda tetapi kemanusiaan kita sama,” kata Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Kota Kupang, Anak Agung Samara Putera, kepada wartawan di sela-sela Upacara Tawur Agung Kesanga di Bundaran Patung Tirosa, Kota Kupang, Rabu (6/3) petang.
Menurutnya, umat Hindu ingin kerukunan dan toleransi benar-benar membumi di Kota Kupang dan NTT sebagai salah satu daerah percontohan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Selanjutnya, upacara diawali pementasan tarian barongsai, kemudian dilanjutkan tarian reog serta tari Pendet oleh siswa SMA etnik Bali, dan tarian Rejang Renteng. Kemudian, pandita membacakaan doa-doa dan diikuti umat yang duduk bersila dan pemercikan air suci.
Upacara diakhiri dengan pawai enam ogoh-ogoh mengelilingi bundaran patung di pusat Kota Kupang di bawah guyuran hujan deras. “Kami senang karena pemerintah memberikan kebebasan kepada umat Hindu melaksanakan upacara di perempatan. Memang Upacara Tawur Agung Kesanga harus dilakukan di perempatan atau titik sentral sebuah daerah,” ujarnya.
Upacara Tawur Agung Kesanga menggambarkan keinginan umat Hindu menjalin keharmonisan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. “Kita berdoa dan memohon kepada Tuhan yang mahakuasa agar keharmonisan alam dan lingkungan kita bisa tetap terjaga,” kata Samara Putera.
Adapun ogoh-ogoh melambangkan enam musuh dalam diri manusia, yakni kesombongan, kebencian, kemarahan, kemabukan, kebodohan dan hal-hal yang bersifat negatif. Sifat-sifat itu disimbolkan lewat patung dan arak-arakan ogoh-ogoh yang menyeramkan dan bertaring tersebut. “Musuh terbesar umat manusia ialah enam hal itu,” ujarnya.
Perayaan Nyepi di sejumlah daerah berjalan dengan khidmat dan lancar, kemarin. Perayaan Nyepi kali ini banyak menggambarkan keberagaman. Sejumlah kepala daerah, walau dari agama berbeda, turut mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi kepada warga yang merayakan. (PO/LD/DW/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved