PT JNK Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Susun Madiun

Nur Aivanni
07/3/2019 18:10
PT JNK Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Susun Madiun
(ANTARA FOTO/Siswowidodo)

AKIBAT tinggi dan derasnya curah hujan di wilayah Sungai Glonggong, pada Rabu (6/3) pukul 18.00 WIB, sungai yang terletak di wilayah Simpang Susun Madiun Km 604+000 Jalan Tol Ngawi Kertosono pun meluap.

Puncaknya, Rabu (6/3) pukul 19.00 WIB, luapan air di Km 604+000 hingga Km 604+000 arah Jakarta mencapai batas reflector (guide post) atau setinggi 50 cm.

Baca juga: 13 Kabupaten di Jatim Dilanda Banjir

Sejak itu, anak usaha Jasa Marga selaku operator Jalan Tol Ngawi Kertosono, PT Jasamarga Ngawi Kertosono (PT JNK) melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas demi keamanan pengguna jalan. Salah satunya adalah pengalihan lalu lintas Kendaraan Gol. I untuk tidak melewati wilayah jalan tol yang terdampak luapan sungai.

Assistant Vice President Corporate Communications PT Jasa Marga (Persero) Tbk Irra Susiyanti mengatakan PT JNK kemudian melakukan pengalihan seluruh golongan kendaraan dari Surabaya menuju Jakarta keluar Gerbang Tol (GT) Caruban. Hal itu dilakukan karena genangan air yang tidak juga surut dan cenderung bertambah tinggi serta mengantisipasi terputusnya akses Jalan Tol Ngawi Kertosono sejak Kamis (7/3) pukul 00.50 WIB.

Sementara itu, sambung Irra, lalu lintas arah sebaliknya yaitu dari Jakarta menuju Surabaya masih dapat dilalui oleh semua kendaraan. "Kendaraan yang keluar GT Caruban dapat mengakses Jalan Tol Ngawi Kertosono kembali setelah melalui jalan arteri dan masuk melalui GT Madiun," terangnya melalui keterangan resmi, Kamis (7/3).

Hingga informasi yang disampaikan pada Kamis (7/3) pukul 14.00 WIB, kata Irra, walaupun sudah mulai surut namun ketinggian air masih mencapai 70 cm. PT JNK berkoordinasi dengan pihak Kepolisian masih melakukan rekayasa lalu di Km 607+800 hingga Km 601+900.

"Sejak pukul 13.15 WIB, rekayasa lalu lintas contraflow di lokasi yang sama juga sudah mulai diberlakukan," tambahnya.

Lebih lanjut, Irra mengatakan, bahwa meratanya dan tingginya curah hujan di wilayah Madiun dan sekitarnya membuat daerah aliran sungai tidak dapat menampung debit air di sekitar wilayah jalan tol.

"Ke depannya, PT JNK akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mencari solusi agar masalah ini tidak terulang kembali di kemudian hari," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya