Kasus DBD Meningkat, Penyakit Musiman Menanti

(UL/DG/AD/N-3) 
06/3/2019 02:00
Kasus DBD Meningkat, Penyakit Musiman Menanti
(ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

KEPALA Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, menyebutkan terjadi peningkatan jumlah kasus DBD di wilayahnya. Pada minggu pertama Februari kasus DBD di Kabupaten Cirebon tercatat 64 kasus. 

Awal Maret ini sudah meningkat drastis mencapai 202 kasus. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya meninggal. “Kebanyakan korban yang meninggal karena terlambat dibawa ke rumah sakit,” kata Nanang, Selasa (5/2).

Umumnya penderita DBD yang meninggal, ungkap Nanang, sudah mengalami dengue shock syndrome (DSS). Seharusnya, ketika ada gelaja, seperti panas/demam segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kasus DBD ini, jelas dia, tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Cirebon. Namun, terbanyak di Kecamatan Susukan Lebak, Sindanglaut, Losari, dan Karangwareng. 

Selanjutnya, untuk mencegah penyebaran penyakit DBD yang diakibatkan nyamuk Aedes aegypti tersebut Nanang mengimbau masyarakat untuk menggiatkan lagi gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing. Termasuk dengan menanam sejumlah tanaman yang bisa menangkal nyamuk, seperti lavendel. “Jangan biarkan adanya air menggenang,” kata Nanang. 

Kondisi serupa terjadi di RSUD Lembang, terjadi peningkatan kasus DBD pada Februari menjadi 73 kasus dari sebelumnya 53 kasus di Januari lalu.

Ketua Komite Medik RSUD Lembang, Dr Henne Giyanti, mengakui hal tersebut. Namun, jumlah pasien DBD di bulan Maret turun drastis hingga hanya satu orang.

“Satu minggu terakhir ini menurun, baru ada satu kasus yang ditangani di RSUD Lembang. Kami harap pasiennya tidak bertambah,” ujar Henne di RSUD Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kemarin.  Rata-rata pasien DBD yang masuk RSUD Lembang ini, penangan medisnya paling cepat antara 3-5 hari dan tidak ada yang meninggal.

Selain DBD, pada pertengahan musim hujan seperti ini, penyakit-penyakit saluran pernapasan seperti ISPA, diare, dan radang paru-paru juga sering menyerang manusia. “Biasanya memang penyakit-penyakit itu muncul di musim hujan. Oleh karena itu, kami imbau masyarakat agar lebih menjaga kesehatannya,” jelasnya

Sementara itu, di Kota Tasikmalaya, untuk menekan lonjakan kasus DBD, Kabid Perikanan Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, mengatakan pihaknya siap membagikan kembali ikan cupang. Ikan predator ini mampu memakan 80 jentik nyamuk dalam tempo singkat. Pembagian akan dilakukannya di 69 kelurahan yang tersebar di 10 Kecamatan. 

Kasus DBD di Tasikmalaya naik dari 116 menjadi 125 kasus pada Maret ini dan 6 orang meninggal. (UL/DG/AD/N-3) 
 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya