Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEINGINAN penyandang disabilitas Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk memperoleh surat izin mengemudi (SIM) D terbuka. Kepolisian mempersilakan mereka mendaftarkan diri melalui komunitas disabilitas setempat untuk melaksanakan ujian SIM kolektif.
Kepastian itu didapat setelah pertemuan komunitas disabilitas dengan Wakil Bupati Blora Arief Rohman dan Kasatlantas Polres Blora Ajun Komisaris Himawan Aji Angga, Selasa (5/2).
“Dari 635 anggota kami, banyak yang terpaksa melanggar lalu lintas karena tidak memiliki SIM D saat berkendara sepeda motor. Padahal, secara teknis sudah mahir mengemudi,” kata Ketua Komunitas Difabel Blora Mustika Ghofur, Selasa (5/2).
Selama ini, ratusan penyandang disabilitas banyak mencari nafkah dengan berdagang keliling atau jasa. Mereka menggunakan sepeda motor sebagai transpotasi setiap harinya, tetapi sedikit yang memiliki SIM. “Mereka harus kucing-kucingan dengan polisi di jalan raya. Padahal mereka setiap hari menempuh perjalanan puluhan kilometer sampai Ngawi atau Bojonegoro, Jawa Timur,” imbuhnya.
Sementara itu, Himawan Aji Angga menyatakan, sebenarnya para penyandang disabilitas tidak ada kesulitan untuk memperoleh SIM D. Berdasarkan data setidaknya sudah ada 25 warga penyandang disabilitas yang telah memiliki SIM. “Kendala selama ini mungkin mereka takut dan tidak mengetahui caranya, sehingga keinginan memperokeh SIM D tersumbat, maka dicarikan jalan keluar yakni secara kolektif,” ujar Himawan.
Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengatakan dalam pertemuan antara wakil dari penyandang disabilitas dengan kepolisian pemerintah hanya bertindak sebagai fasilitator, hal ini juga sebagai upaya melayani warga untuk mengatasi kesulitannya. “Saya tadi minta komunitas mendata anggotanya yang akan membuat SIM dan daftarkan secara kolektif,” imbuhnya.
Terpisah, Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan meminta Kepala SMA LB menyiapkan dua penyandang disabilitas sebagai sekretarisnya. “Sekretaris yang penting cakap, tidak harus cantik,” dalihnya. (AS/RF/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved