Pemprov Jatim Antisipasi Kemiskinan 

(FL/YK/JH/RF/N-2
05/3/2019 23:15
Pemprov Jatim Antisipasi Kemiskinan 
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mengantisipasi potensi kemiskinan akibat bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah.

“Dari catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), risiko kemiskinan yang sangat tinggi ialah akibat bencana alam. Rata-rata tingkat kemiskinan mencapai 80%,” kata Gubernur Jawa ­Timur Khofifah Indar Parawansa seusai melakukan sidak ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Selasa (5/2).

Menurutnya, tidak bisa dibayangkan untuk membangkitkan semangat masyarakat yang terkena musibah. “Membangun semangat mereka untuk kembali beraktivitas dan bisa kembali membangun rumahnya yang ambruk,” tambahnya. 

Untuk mengantisipasi hal itu, BPBD Jawa Timur diminta mengantisipasi secara dini terhadap bencana alam di beberapa daerah.
 
“Jangan cuma sesaat, tetapi antisipasi harus konprehensif dan dilaksanakan bersama-sama. Kepala BPBD Jatim agar melakukan deteksi lebih detail,” ucap Gubernur. 
Sementara itu, di sejumlah daerah bencana banjir masih terjadi. Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, banjir bandang akibat luapan Kali Semek menggenangi tiga desa di Kecamatan Dander pada Senin (4/3) malam. 

Di sisi lain, korban banjir dan tanah longsor di sejumlah desa di Kecamatan Gondang, Bojonegoro, mulai mendapat bantuan. Pemkab Bojonegoro mengirimkan 169 paket sembako kepada para korban bencana, Selasa (5/2).

Di Sumatra Utara, hujan deras menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, hingga arus lalu lintas lumpuh selama 3 jam. Jalanan yang tertimbun longsoran tanah mulai diurai dengan mendatangkan alat berat. Polres Tapanuli Utara diterjunkan untuk mengatur lalu lintas karena ada beberapa kendaraan yang terjebak longsor. 

Di bagian lain, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau sejak awal Januari hingga sekarang telah menghanguskan 1.409,91 hektare. Meski sebagian besar api sudah padam, asap kebakaran lahan gambut masih mengepul sampai ­sekarang. 

“Dari laporan rekapitulasi sementara, kebakaran terluas di Riau terjadi di Bengkalis (Rupat) mencapai 888,5 ha, kemudian Rokan Hilir 218 ha, Dumai 86 ha, Siak 65,5 ha, Meranti 63,4 ha, Indragiri Hilir 38 ha, Pekanbaru 21,51 ha, Kampar 19 ha, dan Pelalawan seluas 10 ha,” kata Asisten 1 Setdaprov Riau Ahmadsyah Harofie di Pekanbaru, kemarin. (FL/YK/JH/RF/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya