Kecelakaan di Cipali Diduga Sopir Ngantuk

(RZ/JI/JH/N-3) 
05/3/2019 04:00
Kecelakaan di Cipali Diduga Sopir Ngantuk
(MI/Reza Sunarya)

KECELAKAAN di ruas Tol Cipali KM 78 yang mengakibatkan lima jiwa melayang dan sembilan lainnya terluka, diduga akibat sopir me-ngantuk. Hal tersebut didapat dari olah tempat kejadian (TKP) dari Tim Gabungan Satlatas Polres Purwakarta, Dirlantas Pol-da Jabar dan Korlantas Mabes Polri. 

Olah TKP kemarin, dipantau langsung Kakorlantas Polri, Irjen Pol Refdi Andri. Tim mengguna-kan alat TAA (traffic accident analyst) untuk mengetahui penyebab kecelakaan maut yang terjadi Minggu (3/3) malam. “Mudah-mudahan dengan adanya pendalaman ini akan ada satu kesimpulan dari terjadinya kecelakaan itu,” kata Refdi Andri di lokasi kejadian.

Selain menggunakan alat TAA, ujar Refdi, juga akan memanggil tim ahli. Tim ahli yang akan dimintai keterangan di antaranya dari pemegang merek (APM) Mitsubishi untuk mengecek secara mendalam kondisi kendaraan.

Irjen Pol Refdi Andri menyebutkan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kecelakaan kendaraan di jalan. Faktor tersebut antara lain faktor pengemudi, faktor jalan, faktor cuaca, dan faktor kendaraannya. “Dugaan sementara kecelakan tersebut akibat kelalaian pengemudi,” ungkap Kakorlantas.

Seperti diberitakan sebelumnya kecelakaan maut terjadi Km 78 tol Cikopo-Palimanan (cipali) tepatnya di Kecamatan Cempaka, Kabupaten Purwakarta. Pengendara minibus menabrak truk di depannya karena diduga mengantuk. Dari Kecelakaan tersebut lima meninggal dan sembilan luka- luka.

Kecelakaan itu terjadi pada Minggu (3/3) malam pukul 21.45 WIB. Saat itu minibus dengan nomor polisi E 7027 KA dan truk BE 9069 QC sama-sama melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Bagian depan mobil Elf juga ringsek akibat menghantam bagian belakang truk. 

Keluarga korban mengaku, mengetahui adanya kecelakaan dari pemberitaan di media. Salah satu kerabat korban, Rasiti, 56, menuturkan, rombongan keluarga yang berjumlah 13 orang berangkat ke Jakarta pada Sabtu (2/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka mengantarkan salah satu anggota korban dalam acara lamaran. Namun, saat pulang dari acara itu, rombongan satu keluarga ini mengalami kecelakaan.

“Keluarga besar kami ke Jakarta untuk acara lamaran keponakan dari korban meninggal. Pas perjalanan pulang ke Brebes kecelakaan,” tutur Rasiti di rumah duka, Senin (4/2).

Kelima jenazah korban tiba di kampung halaman di Brebes, Jawa Tengah, kemarin sore. Sesampainya di rumah duka, jenazah disalatkan dan seluruh-nya langsung dimakamkan di permakaman desa setempat. Yang tiba pertama yakni jenazah atas nama Muhasim, 85, warga Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Brebes. Selang beberapa saat, jenazah Muslikhah, 55, 

Sementara itu, dua sepeda motor tabrakan ‘banteng’ di ruas jalan utama Flores, arah Labuan Bajo-Ruteng tepatnya di pertigaan ruas jalan PLN, kampung Marombok desa Golobilas kacamatan komodo Manggarai Barat, NTT.  Akibatnya, dua orang meninggal. Motor Honda Supra 125 yang di kemudikan Klemensius Parera berboncengan dengan Victoria Julia, bertabrakan dengan motor Revo yang dikendarai Marselinus Ndau, 30, yang memboncengi Maximus Abun 48. Maximus meninggal di lokasi kejadian dan Ndau meninggal di RS Siloam Labuanbajo. Dua lainnya luka serius. (RZ/JI/JH/N-3) 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya