Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN umat Hindu dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar upacara Melasti yang merupakan rangkaian dari Hari Raya Nyepi di Pantai Arafuru komplek Markas Kobangdikal Surabaya, kemarin.
Sebelum sembahyang, umat lebih dulu melakukan arak-arakan gulungan sesajen yang dimulai dari Pura Agung Jagat Arana, Jalan Lumba-Lumba, menuju pesisir Pantai Arafuru. Sesampainya di pesisir pantai, umat Hindu langsung melakukan sembahyang, diawali doa dan pembersihan diri dengan air suci. Proses sembahyang berjalan khidmat, dipimpin Ida Pedanda Gede Negara Jalakarana Manuaba.
Upacara Melasti tahun ini mengambil tema Melalui catur brata penyepian, kita sukseskan Pemilu 2019. Ketua Walaka (Penasihat) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Profesor Nyoman Sutantra mengatakan pesan Hari Raya Nyepi pada tahun ini ialah toleransi yang harus diimplementasikan dengan nyata, terlebih di tahun politik.
“Karena itu, untuk menyukseskan Pemilu 2019, dengan saling menghormati satu sama lain meski berbeda pandangan, pendapat, dan pilihan,” jelas Nyoman Sutantra.
Dalam rangkaian Hari Raya Nyepi ini, ada beberapa ritual yang dilakukan umat Hindu, antara lain Melasti yaitu menyucikan badan kasar, Tawur Agung atau menyucikan badan halus, Catur Brata Nyepi, dan Dharma Santi.
Di Karangasem, Bali, ribuan umat Hindu juga mengadakan ritual Melasti ke Segara (Pantai) Watu Klotok ‘Sesunan’ Pura Agung Besakih serangkaian ‘Pancawali Krama dan Turun Kabeh’ di pura terbesar di Bali. Pada ritual Melasti itu diadakan sebuah proses untuk membersihkan arca-arca secara spiritual, dengan menempuh jarak sekitar 70 km dari Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.
Awal dari rangkaian upacara ritual tersebut, jempana yang berjalan paling depan ialah Betara Catur Lawa, yakni Ida Ratu Bagus Pande, Ida Ratu Pasek, Ida Ratu Penyarikan, dan Ida Ratu Dukuh. Pengusung dari jempana Ratu Pande semuanya memakai kostum serbamerah, begitu juga pengusung Ida Betara Pasek memakai busana warna putih-putih kuning, Ida Ratu Penyarikan mengenakan pakaian serbaputih, dan Ida Betara Dukuh pemundut jempana memakai pakaian putih dipadu kuning.
Umat Hindu yang datang dari pelosok desa, dan bahkan dari luar Pulau Dewata, dengan tertib berjalan mengiringi proses Melasti Betara Pura Besakih ke Pantai Watu Klotok, Kabupaten Klungkung. Sepanjang perjalanan, umat dengan panjang iring-iringan hampir 2 km itu, di setiap desa pakraman yang dilewati melakukan persembahyangan untuk memohon keselamatan umat manusia dan alam semesta ini. (FL/OL/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved