Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Banyumas, Jawa Tengah, masih merebak. Bahkan, selama dua bulan terakhir (Januari-Februari) tercatat lima korban pasien DBD yang meninggal. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya tidak ada korban meninggal akibat DBD.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas Arif Burhanudin mengungkapkan kasus DBD tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Pada 2018 lalu, tidak ada korban meninggal dunia. Sekarang, selama Januari-Februari, tercatat lima orang yang meninggal. Selama dua bulan di 2018 lalu hanya ada enam kasus, sedangkan pada periode yang sama pada 2019 saat ini ada 72 kasus DBD,” jelas Arif, kemarin.
Menurutnya, dinkes telah melakukan pengasapan di wilayah-wilayah yang terdapat kasus DBD. Pengasapan, diakuinya, kurang efektif jika dibandingkan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Kami berharap masyarakat lebih aktif dalam melakukan PSN. Apalagi saat ini curah hujan masih tinggi yang biasanya memunculkan genangan yang menjadi salah satu lokasi perkembangbiakan nyamuk,” katanya.
Senada di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pada Januari-Februari ini kasus DBD meningkat mencapai 116 orang. Enam orang di antaranya meninggal di RSUD dr Soekadjo dan RS Jasa Kartini.
“Kasus BDB sekarang ini meningkat ketimbang tahun lalu. Kesadaran masyarakat dalam PSN masih sangat rendah. Mereka sering kali mengabaikan kebersihan lingkungan, mulai dari menguras, menimbun, dan membakar (3M),” kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinkes Kota Tasikmalaya, Sarwono, kemarin.
Sarwono meminta aparat desa, RT/RW, dan jumantik terus menyosialisasikan PSN dan penaburan abate. Benda yang bisa menampung air hujan dikosongkan, kubur atau dibalikkan. Langkah PSN lebih efektif daripada pengasapan atau fogging.
Pengasapan
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda meminta Dinkes Kota Palembang dan seluruh organisasi perangkat daerah serta sektor terkait seperti puskesmas dan kecamatan meningkatkan komunikasi yang aktif agar penanganan masalah DBD ini dapat dengan cepat.
“Informasi yang saya dapat dari warga ada yang kesulitan untuk mendapatkan fogging. Setelah saya tanya ke dinkes, fogging tak ada masalah, semua ada di puskesmas. Ini artinya perlu komunikasi yang aktif, Jangan sampai telat memberikan pertolongan,” tandasnya.
Dinkes Kota Sukabumi, Jawa Barat, mem-fogging tiga RT di RW 08, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong. “Kami lakukan fogging untuk mengantisipasi agar DBD tak semakin mewabah,” kata Samsul, 33, petugas fogging Dinkes Kota Sukabumi, kemarin.
Ranysa, 34, warga setempat, mengatakan pemberantasan sarang nyamuk diharapkan bisa menjadi langkah awal mengantisipasi penyebaran DBD. Apalagi wilayahnya berdekatan dengan aliran sungai. “Kami juga lakukan bersih-bersih lingkungan untuk mencegah penyebaran DBD dengan 3M,” terangnya.
Dinkes Provinsi Babel menegaskan sampai saat ini wilayahnya masih kategori waspada DBD. Biasanya tren kasus DBD ini mulai muncul November-Maret. “Januari itu puncaknya, jadi kami belum aman DBD,” kata Analisa Penyakit Menular Dinkes Babel, Syaifullah. (LD/AD/DW/BB/RF/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved