Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR dan tanah bergerak dirasakan masih berpotensi terjadi di beberapa daerah. Dalam menghadapi akhir musim penghujan yang diperkirakan pada Maret, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara masih terus meningkatkan kewaspadaan, terutama soal pergerakan tanah.
BPBD juga masih menetapkan siaga darurat bencana hingga 10 April mendatang. Ada dua titik yang mendapat perhatian, yakni Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan dan Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arif Rahman mengatakan BPBD telah memperpanjang siaga darurat bencana dari 10 Februari lalu hingga 10 April mendatang.
“Prakiraan BMKG, curah hujan di Banjarnegara pada Maret masih tinggi sehingga daerah rawan bencana harus tetap waspada,” jelas Arif.
Menurutnya, di titik yang masih menjadi perhatian BPBD Banjarnegara, yakni Desa Kebutuhjurang, ada 15 rumah yang mengalami kerusakan, tujuh di antaranya telah dibongkar.
Adapun di Desa Mlaya, ada 24 rumah yang terdampak dan penghuninya masih mengungsi. “Sebab jika hujan deras turun, masih rawan terjadi tanah bergerak,” katanya.
Dijelaskan oleh Arif, selain kedua lokasi yang terdampak tanah bergerak tersebut, BPBD juga mengantisipasi kemungkinan bencana serupa di tempat lain baik di wilayah utara atau selatan Banjarnegara, terutama daerah perbukitan.
Selain faktor alamiah, perusakan lingkungan diduga berperan besar memicu bencana banjir. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noviar Ishak, permasalahan banjir yang baru-baru ini terjadi di sejumlah titik di Babel disebabkan masih adanya aktivitas pertambangan dan banyaknya pembangunan yang dilakukan di atas saluran.
“Kamis (28/2) kemarin ada beberapa titik banjir, seperti Kampung Bintang, Air Itam, Kolong Kepu, Kolong Bravo, dan Parit Enam, serta dekat SPBU Kampung Dul. Nah untuk di Kampung Dul ini karena ada aktivitas penambangan di atasnya dekat kolong Beguruh,” kata Noviar, kemarin.
Adapun banjir di Pangkalpinang, menurutnya, dipicu banyak warga yang mendirikan bangunan di atas saluran air. “Hal ini sangat menganggu aliran,” tegasnya.
Gempa Solok
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarin, melaporkan sensor seismik portabel yang dipasang pada siang kemarin telah mencatat 33 kali event yang merupakan aktivitas seismik sangat lokal.
“Ke-33 event tersebut merupakan event dengan kedalaman dangkal (kurang dari 10 kilometer) dan memiliki magnitude kurang dari 3. Di antara 33 event tersebut, 5 di antaranya dirasakan oleh warga sekitar,” jelas Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Irwan Slamet, kemarin.
Sementara itu, otoritas Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan dibantu Pemprov Sumatra Barat terus mendata jumlah kerusakan dan jumlah korban sembari menyalurkan bantuan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan kemarin juga menyebutkan kerugian sementara ditaksir Rp25,6 miliar. Adapun kerusakan rumah hingga kemarin terhitung 479 unit. Perinciannya, rusak berat 116, rusak sedang 152, dan rusak ringan 211 unit.
Tercatat pula, gempa merusak sejumlah infrastruktur publik, antara lain bangunan sekolah 7 unit, rumah ibadah 3 unit, fasilitas kesehatan 3 unit, kantor 1 unit, dan kios 1 unit. (YH/RF/YH/WJ/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved