Simpati Mengalir untuk Belia Pejuang

MI
07/4/2015 00:00
Simpati Mengalir untuk Belia Pejuang
(MI/Farhan)
PERJUANGAN Muhammad Ali, bocah asal Dusun Toerang Batu, Desa Battetangga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menerbitkan simpati banyak kalangan. Meski baru berusia enam tahun, dia dengan tekun merawat ibunya yang buta, kakaknya yang mengalami keterbelakangan mental, dan sang adik yang baru berusia tiga tahun.

Bantuan untuk Ali dan keluarganya datang dari pemerintah kabupaten dan warga di Polewali Mandar. Bahkan, beberapa orang dermawan dari luar Sulawesi juga mengirim bantuan.

Kemarin, murid TK itu mendatangi Kantor BRI di Polewali Mandar untuk membuka tabungan. "Sebagian sumbangan sudah digunakan membayar utang. Sisa uang ditabung untuk sekolah dan beli obat ibu," kata Ali.

Kedatangan Ali ke BRI disambut para petugas bank serta nasabah yang mengenalinya. Dalam buku tabungannya, jumlah uang yang disimpan anak itu mencapai Rp2,8 juta. Pimpinan BRI setempat juga membebaskan biaya buku dan setoran awal.

Selain membuka rekening, kedatangan Ali yang ditemani kerabatnya juga untuk memeriksakan mata dan telinga Ammi, 50, ke RSUD Polewali Mandar. Mereka didampingi relawan dari Peduli Sesama Polewali Mandar, komunitas yang sejak awal mengadvokasi perjuangan Ali.

Dalam pemeriksaan, tim medis RSUD Polewali Mandar akan memasang alat pembantu pendengaran untuk Ammi. Hanya saja, kebutaan yang ia alami setelah melahirkan anak keempat, sulit untuk disembuhkan.

"Kami mendorong Ali membuka rekening sehingga sumbangan yang masuk dapat digunakan secara terencana. Rekening ini juga memudahkan warga di luar daerah yang ingin membantu Ali dan keluarganya," papar Huzair, koordinator PSPM.

Muhammad Ali, anak ke tiga dalam keluarga itu, harus bekerja keras seorang diri setelah sang ayah, Sari, 70, meninggal dunia dan kakaknya Salmiati, 14, harus bekerja sebagai pembantu rumah tangga sambil meneruskan sekolah. Di rumah, Ali harus merawat sang ibu, Jumriah, 12, kakaknya, dan Aris, (adik).

Pagi buta, Ali harus bangun tidur, memasak, dan membersihkan rumah. Rutinitas yang sudah ia jalani setahun terakhir itu berlanjut dengan menyuapi ibunya yang buta dan tuli, serta kakaknya. Sebelum ke sekolah, Ali memandikan dan mengganti baju adiknya. Selama ini, Ali dan keluarganya bertahan hidup dengan sumbangan dari sejumlah tetangganya. Ingin meringankan beban Ali? Sumbangan bisa dikirim ke Ali-BRI Polewali: 503701012240539. (FH/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya