Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TARGET dua juta kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon, Jawa Barat, diharapkan bisa tercapai tahun ini. Salah satu cara untuk menarik wisatawan menjelajahi ‘Kota Udang’ ini dengan cara menetapkan tagline city branding.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan tagline yang mereka ambil yaitu ‘The Gate of Secret’. Penetapan tagline city branding tersebut menurut Iing juga sudah ditetapkan pada Surat Keputusan (SK) Wali Kota Cirebon Nomor 430/Kep.-DKOKP/2019 tentang Penetapan Branding di Kota Cirebon.
Dipilihnya The Gate of Secret sebagai city branding karena kebutuhan branding yang cukup kuat untuk bisa menarik wisatawan ke Kota Cirebon. “Selain itu, berbagai hal yang ada di Kota Cirebon, mulai dari budaya, kesenian, hingga kuliner memiliki makna filosofi yang dalam,” kata Iing. Makna tersebut bahkan sudah tertanam dalam kehidupan masyarakat Cirebon selama ratusan tahun.
Dicontohkan, kuliner sega jamblang atau nasi jamblang juga memiliki filosofi, yaitu mengenai keanekaragaman masyarakat Cirebon di masa lalu. “Kulinernya saja memiliki filosofi, apalagi budaya dan bangunannya,” ungkap Iing. Launching city branding, The Gate of Secret
akan dilakukan pada acara Cirebon X-pose 2019 dan Cirebon Creative Fashion Carnival yang digelar hari ini hingga Minggu (3/3) di depan Gedung BAT Kota Cirebon.
Beberapa waktu lalu mereka sudah melakukan Cirebon Travel Mart, dengan mengundang 100 agen perjalanan wisata, peluncuran Cirebon Tourism on Bus (Citros). Kegiatan-kegiatan tersebut menurut Iing merupakan awal dari keinginan Kota Cirebon untuk menarik kunjungan wisatawan. “Masih banyak agenda lainnya yang akan dilakukan,” pungkasnya.
Musik etnik
Festival musik yang bernuansa keragaman etnik akan menjadi event pertama di Provinsi Sumatra Utara sebagai salah satu upaya mengerek pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatra Utara, Wan Hidayati, menjelaskan festival musik etnik mengolaborasikan tradisi dan budaya dengan musik modern. Dengan tema Millenials berbudaya, kegiatan itu diharapkan menjadi salah satu program efektif dalam pembangunan kepariwisataan Sumut karena kaum milenial memiliki potensi musik yang besar.
“Para peserta diwajibkan membawakan satu lagu daerah yang diaransemen ulang dengan perpaduan alat musik tradisional dan modern,” ujar Wan Hidayati, Jumat (1/2).
Meski baru pertama kalinya digelar secara resmi oleh pemerintah daerah di Sumatra Utara, dia memastikan program ini terlaksana dengan baik. “Selain olahraga dan kuliner, musik juga menjadi potensi wisata yang bisa dikembangkan.”
“Lihat saja berbagai festival musik besar yang diadakan tahunan. Jangankan hanya di Jakarta, yang diadakan di perbatasan pun minimal didatangi penduduk negara tetangga, Malaysia atau Singapura,” tuturnya. Konsep music tourism (wisata musik) memang baru gencar dikumandangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata. (YP/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved