Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang melanda Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), sejak Rabu (27/2) petang hingga kemarin pagi mengakibatkan 108 rumah warga di Desa Kayubesi terendam banjir.
Kepala Desa Kayubesi Rasyidi mengatakan selain merendam 108 rumah, banjir juga menyebabkan arus lalu lintas di desa tersebut terputus. “Hujan mulai turun deras sejak jam 12 malam tadi, hingga pagi. Akibatnya jalan raya dan rumah digenangi air,” kata Rasyidi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa, meminta masyarakat tetap mewaspadai banjir susulan mengingat kondisi cuaca saat ini cenderung meningkatkan intensitas curah hujan.
“Data BMKG curah hujan kita memang tinggi, dan beberapa hari ini kita masih harus waspada dan siaga. Yang harus jadi perhatian juga soal air laut, masyarakat juga harus waspada,” kata Mikron.
Ia menyebutkan, saat ini ada beberapa daerah di kabupaten yang sudah terendam banjir, yakni kabupaten Bangka di desa Kayubesi, Pangkalpinang di Bukit Intan Bangka Barat, Deniang di Parit 3 Bangka Barat. Mikron mengimbau masyarakat tetap waspada, khususnya daerah-daerah yang memang rawan banjir. “Jangan panik tapi harus waspada terutama daerah langganan banjir. Selain intensitas hujan, pasang surut air laut juga mempengaruhi,” ungkap dia.
Bencana yang ditimbulkan cuaca buruk juga masih terjadi di Nusa Tenggara Timur, kemarin. Hujan disertai angin puting beliung memorakporandakan ratusan rumah penduduk di dua kelurahan di Kota Kupang, sekitar pukul 14.40 Wita.
Di Kelurahan Penfui, rumah yang rusak tercatat sementara 25 unit tersebar di tiga rukun tetangga (RT) 25, 26, dan 27, sedangkan di Kelurahan Liliba yang berbatasan dengan Penfui, rumah yang rusak tercatat 112 unit. “Saat ini kami sedang menghitung kerugian dan mengumpulkan warga untuk pendataan,” kata Lurah Penfui Viktor Makoni.
Di Liliba, ada 112 rumah mengalami rusak berat dan sedang tersebar di RT 18 dan RT 27. Belum ada laporan korban luka maupun korban jiwa akibat musibah tersebut. Rumah-rumah tersebut mengalami rusak ringan dan rusak berat di bagian atap dan dinding. Angin menerbangkan seng rumah hingga puluhan meter.
Angin puting beliung datang bersamaan dengan turunnya hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai petir dan angin kencang, yang sesuai ramalan BMKG Stasiun El Tari Kupang masih berlangsung hingga pukul 19.40 Wita.
Selain Kota Kupang, potensi angin kencang dan petir terjadi di wilayah Kabupaten Kupang, antara lain Kupang Selatan, Kupang Barat, Kupang Timur, dan dapat meluas ke Kabupaten Timor Tengah Utara hingga Belu.
Sikapi informasi
Santer diisukan bakal terjadinya gempa bumi disertai tsunami di Kota Padang dan sekitarnya pada akhir Februari 2019 ini, sontak membuat warga panik dan tetamu pun enggan mengunjungi kota ini. Namun, hal itu langsung dibantah BMKG Padang Panjang, Sumatra Barat, bahwa isu tersebut tidak benar alias hoaks.
Kepala BPBD Kota Padang Edi Hasymi, kemarin, menambahkan, untuk kepastian kapan gempa terjadi itu tak ada satu pun pakar yang bisa memastikannya. Persoalan bagi kita bukan soal kapannya itu, melainkan justru yang terpenting ialah bagaimana menyiapkan diri seandainya bencana itu terjadi tanpa kita ketahui. (PO/YH/DG/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved