Pinjaman Dana Jaminan Sertifikat Tanah Naik

(YK/N-2)
27/2/2019 23:30
 Pinjaman Dana Jaminan Sertifikat Tanah Naik
(MI/MOHAMAD IRFAN )

PINJAMAN dana dengan jaminan sertifikat tanah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur meningkat tajam dari tahun sebelumnya. Jika pada 2012, warga yang mengajukan jaminan tanah senilai Rp1,5 triliun, pada 2018 jumlahnya meningkat menjadi Rp2,4 triliun.

Penggunaan sertifikat itu menjadi salah satu penggerak perekonomian masayarakat kalangan bawah. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pertanahan Lamongan, Martono saat penye-rahan sertifikat tanah untuk rakyat dan gerakan pemasangan tanda batas tanah pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) di Lapangan Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Lamongan, Rabu (27/2).

Menurutnya, di Lamongan nilai hak tanggungan atas tanah pada 2018 mencapai Rp2,4 triliun. Padahal pada 2012, nilainya baru mencapai Rp1,5 triliun. “Sementara dua bulan ini saja, Januari dan Februari 2019, nilai hak tanggungan atas tanah yang terdaftar di pertanahan sudah sebesar Rp952,925 miliar. Jadi dari program PTSL ini ada perekonomian yang bergulir,” ujar Martono.

Ia menjelaskan, bidang tanah di Lamongan diperkirakan mencapai 806.651. Sementara bidang yang terdaftar sebanyak 242.919, atau sebesar 30,11%. Percepatan kepemilikan sertifikat tanah terjadi melalui Program PTSL. Pada 2017 ada 26 ribu bidang di 15 desa yang mendapat sertifikat melalui PTSL.

Kemudian 2018, jumlahnya bertambah 64 ribu bidang di 48 desa. Adapun pada 2019, BPN Lamongan ditargetkan bisa menuntaskan 56 ribu bidang. Pada kesempatan sama, Bupati Lamongan Fadeli mengingatkan agar penerima sertifikat bisa efektif dan bijak dalam menggunakannya, sehingga manfaatnya bisa terasa. (YK/N-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya