Gudang Penyimpanan Jadi Masalah

Liliek Dharmawan
20/2/2019 02:30
Gudang Penyimpanan Jadi Masalah
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

SEJUMLAH panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), masih kesulitan mendapatkan gudang sebagai tempat penyimpanan kotak suara. Hingga kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat masih terus berkoordinasi dengan PPK karena tidak ada kecamatan yang  memiliki ruangan representatif untuk menyimpan kotak suara.

Komisioner KPU Banyumas Hanan Wiyoko mengatakan kalau jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Banyumas sebanyak 5.437 TPS dan masing-masing ada 5 kotak suara, maka jumlahnya lebih dari 27 ribu kotak suara yang harus diamankan. “Sehingga KPU Banyumas memiliki kebijakan mengirimkan kotak suara dalam posisi belum dirakit. Perakitan bakal dilaksanakan di tingkat PPK, tetapi tetap diawasi oleh KPU,” katanya, Selasa (19/2)

Namun demikian, yang menjadi persoalan ialah setiap kecamatan belum tentu memiliki gudang atau ruangan tempat penyimpan logistik yang representatif. Kemungkinan memang sewa tempat. “Salah satu opsinya adalah balai desa di dekat kecamatan. Tentu saja, untuk sewa harus disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujar Hanan.

Gudang tempat penyimpanan logistik seperti kotak suara membutuhkan ruangan yang cukup besar. Misalnya, untuk Kecamatan Cilongok yang memiliki 331 TPS, gudang harus mampu menampung lebih dari 1.600 kotak suara.

Pada bagian lain, Hanan mengatakan kalau sampai sekarang pihaknya belum menerima surat suara. Kemungkinan surat suara baru tiba pada awal Maret mendatang. “Begitu datang, kami akan mempekerjakan warga untuk melakukan penyortiran dan pelipatan­ surat suara,” tambahnya.

Pengganti logistik
KPU Provinsi Bangka Belitung (Babel) sudah menyampaikan surat permohonan penambahan kotak suara Pemilu 2019 untuk tiga kabupaten. Menurut Ketua KPU Babel Davitri, tiga kabupaten yang kekurangan kotak suara ialah Bangka, Bangka Tengah, dan Belitung.

Jumlah kotak suara yang di minta sebanyak 126 terdiri dari 45 kotak yang rusak dan 81 kotak yang merupakan kekurangan. Sebanyak 45 kota suara yang rusak tersebar di Bangka sebanyak 11 kotak dan di Belitung 11 kotak serta di Bangka Tengah sebanyak 23 kotak. “Kerusakan 45 kotak itu berbagai macam karena rusak tertindih, rusak cantolannya, dan ada rusak tidak bisa di rakit, sehingga tidak bisa di dirikan,” kata Davitri.

Sementara itu, untuk kekurangan­, lanjutnya, di Bangka 16 Kotak, Bangka Tengah 34 kotak, dan Belitung 31 kotak, total 81 kotak. “Sebenarnya bukan kotak suara rusak dan kurang saja yang kita minta, tetapi segel juga untuk Bangka kekurangan 33.443 keping,” pungkas Davitri.

KPU Kota Palangka Raya kemarin juga mengajukan penggantian kotak suara dan bilik yang rusak. Dari 5.000 kotak suara yang dibutuhkan KPU Kota Palangka Raya ada sekitar 12 kotak suara yang rusak akibat pengiriman.

Ketua KPU Kota Palangka Raya Ngismatul Choiriyah mengatakan pihaknya minta penggantian dua jenis logistik yang rusak tadi karena jumlah yang dikirim sesuai permintaan.

Untuk mengantisipasi agar kotak suara, bilik, dan surat suara dalam kondisi baik setelah tiba di Palangka Raya, pihak KPU sudah berkoordinasi dengan BMKG Palangka Raya untuk antisipasi adanya hujan turun pada  15 -17 April saat pemilu dilaksanakan. “Nanti setelah kotak suara kami rakit akan dibungkus dengan  plastik agar tidak rusak,” pungkasnya. (RF/SS/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya