Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH pusat segera mencairkan dana bantuan untuk program Citarum Harum pada Maret mendatang. Anggaran sebesar Rp605 miliar ini akan dikucurkan untuk membiayai berbagai kebutuhan operasional untuk rehabilitasi sungai terkotor di dunia itu.
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan hal itu saat menghadiri Citarum Expo 2019 di Gedung Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (19/2)
Hadir juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dam Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. “Dananya turun Maret ini. Anggarannya Rp605 miliar, sehingga prosesnya lebih bagus,” kata Luhut.
Dengan turunnya anggaran, Luhut meminta semua pihak bergotong royong untuk mengembalikan kesehatan sungai terpanjang di Jawa Barat ini. Bahkan, menurutnya kini perbaikan Citarum sudah lebih terprogram dan terkoordinasi.
Dalam pemulihan Citarum, juga dibangun kolam retensi Cieunteung dan terowongan Cijompong untuk mengatasi banjir akibat luapan Sungai Citarum. Adapun untuk pembangunan terowongan Cijompong untuk mempercepat arus air dari Sungai Citarum menuju Waduk Cirata.
Pada kesempatan sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, optimistis rehabilitasi Sungai Citarum akan tuntas dalam waktu 5 tahun.
“Dalam hitungan matematika saya, kurang dari 7 tahun Citarum akan harum. Dari paling kotor menjadi paling bersih di Indonesia,” tegasnya.
Pencemaran danau
Dari Sumatra Barat, pencemaran di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, cukup serius. Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengarakan saat ini limbah pakan ikan sudah sangat mengkhawatirkan. Saat ini ketinggian limbah pakan sudah mencapai 6 meter.
“Permasalahan ini sudah lama berlarut-larut, telah berkembangbiaknya plankton secara berlebihan yang mengakibatkan kematian pada ikan.
Permasalahan Danau Maninjau mesti dituntaskan agar lingkungan sekitar danau kembali sehat dan normal. Agar biota danau Maninjau dapat kembali hidup berkembang dengan baik,” ungkapnya.
Dia menambahkan, 2 tahun yang lalu pihaknya sudah mendata ada 17 ribu kerambah ikan. Sekarang tersisa menjadi 6.000 keramba karena banyak ikan mati. Untuk memulihkan Danau Maninjau, berdasarkan usulan dari Kementerian PUPR, semua keramba di danau harus habis, setelah itu dibersihkan. Ada 12 ribu ton kubik limbah yang akan dikeluarkan dari danau dengan biaya Rp1,2 triliun.
Salah satu upaya yang akan dilakukan saat ini ialah pemberian Bios 44, yakni perpaduan mikroorganisme yang berfungsi memperkecil hingga menutup rongga-rongga di dasar danau. Nantinya limbah akan mudah terangkat dan bisa difermentasikan menjadi pupuk tanaman.
Ide Bios 44 untuk normalisasi Danau Maninjau awalnya dilontarkan Komandan Korem 032/Wirabraja Brigjen Inf Kunto Arief Wibowo. Dia menjelaskan penggunaan Bios 44 dulu dipergunakan untuk mencegah kebakaran lahan gambut di Banyuasin. Pada perkembangannya digunakan untuk mengurai tanah tandus menjadi subur. (YH/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved