Mengenal Seabad Surat Kabar di Medan

(Puji Santosa/N-2)
14/2/2019 22:15
Mengenal Seabad Surat Kabar di Medan
(MI/Puji Santoso )

TUJUH hari pameran Satu Abad Surat Kabar Sumatra Utara (Sumut) yang  digelar di lobi utama Kantor Gubernur Sumut, menyedot perhatian masyarakat. Dari hitungan panitia, ada sekitar 1.500 orang yang melihat pameran Satu Abad Surat Kabar Sumatra Utara yang dilaksanakan pada 6-12 Februari lalu.

Pameran itu bertujuan untuk melestarikan koran-koran kuno yang pernah beredar di Sumut, dan sebagai bagian dari pariwisata sejarah. Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumatra Utara, Ilyas Sitorus, mengatakan animo masyarakat cukup besar dan tidak hanya dari Kota Medan. Bahkan, lintas generasi dan lintas profesi.

Pameran juga dihadiri Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, Bupati Palas, Ali Sutan Harahap, turis asing, hingga rombongan pelajar dari Labuan Batu yang jaraknya 282 km dari Kota Medan. Meski pameran di lobi sudah berakhir, Pemprov Sumut bertekad akan meneruskan tradisi pameran sejarah daerahnya itu setiap tahun. Termasuk mengundang anak-anak sekolah untuk melihat peninggalan sejarah Sumut.

Pada hari terakhir pameran, jumlah pengunjung mencapai 200 orang. Pameran yang digelar atas kerja sama Biro Humas dan Keprotokolan dengan Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan dan Rumah Sejarah Medan ini terus mencuri perhatian masyarakat.  

Wakil Gubernur Sumatra Utara, Musa Rajekshah sudah berencana akan memanfaatkan Museum Negeri Sumatra Utara sebagai tempat untuk memamerkan koleksi dari koran asli yang berangka 1880 hingga 1942, sekaligus membenahi pameran agar semakin bagus dan memikat masyarakat untuk melihat.

“Kita juga akan wajibkan anak-anak sekolah ke sana. Ke depan, museum yang dioptimalkan tidak hanya di Medan, di kabupaten atau kota juga akan dimaksimalkan mengenai sejarah dan adat istiadat daerah setempat, supaya kunjungan wisatawan bertambah di daerah itu,” kata Wagub.

Rombongan dari SMP Islam Terpadu Rabbani Rantau, Labuan Batu, menempuh perjalanan 7 jam menuju Kota Medan, untuk menonton pameran.   

“Sebenarnya berkunjung ke sini di luar dari agenda field trip kami.  Awalnya, hanya ingin mengunjungi pameran artefak di Pekan Raya Sumatra Utara, tapi karena melihat postingan tentang Pameran Satu Abad Surat Kabar Sumut, kita jadi tertarik untuk datang,” ujar Kepala SMP Islam Terpadu Rabbani, Mauluddin Manurung, di sela-sela pameran.

Pameran ini menampilkan koran  yang terbit di Sumut, periode 1880 hingga 1942. Di antaranya Koran Perempuan Bergerak terbitan Medan 1919, Soeara Iboe terbitan Sibolga 1932, dan Boroe Tapanoeli terbitan Kotanopan, 1940. Selain itu, dipamerkan pula dua koran yang sudah ada sejak 1945 hingga sekarang, yakni Mimbar Oemoem dan Waspada. (Puji Santosa/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya