Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK memajukan pendidikan di Papua, pemerintah telah membangun Universitas Terbuka (UT) di Kota Sorong, Papua Barat. Kehadiran Universitas Terbuka sejak 2014 itu telah membawa perubahan di Papua. “Mimpi saya tercapai untuk memajukan pendidikan Papua lewat berdirinya UT Dorong ini,” kata Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau di sela-sela peresmian gedung baru UT Sorong, Kamis (14/2).
Turut hadir Rektor Universitas Terbuka, Ojat Darojat, perwakilan dari Universitas Papua, dan undangan lainnya. “Pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga negara Indonesia. Walau kita berbeda-beda, kita semua hidup di tanah Papua ini. Kehadiran UT ini bisa membersihkan manusia dari kebodohan. Mereka menjadi pintar,” lanjut Lambert.
Hadir juga dalam peresmian gedung UT, yakni istri Wali Kota Sorong, Petronela Kambuaya. Ia alumnus UT Sorong. “Lewat UT Sorong, saya bisa meneruskan pendidikan S-2 dengan berjuang keras. Adanya UT Sorong ini, warga Papua tidak kesulitan menuntut ilmu seperti saya,” ujar Petronela. Petronela yang juga Ketua DPRD Kota Sorong ini mengaku, sebelumnya harus bersekolah ke Jayapura karena di Sorong belum ada perguruan tinggi.
“Biaya cukup besar dan saya tertatih-tatih dalam menyelesaikan pendidikan sarjana,” tambahnya.
Dengan hadirnya UT Sorong, masyarakat di Papua Barat yang ingin melanjutkan studi S-1 bisa memanfaatkan kelompok belajar atau individu untuk meraih gelar sarjana.
UT Sorong ini sejak 2014 sudah membuka kelompok belajar di 11 kabupaten dan satu kota di wilayah Papua Barat, sedangkan Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Tambrauw akan menyusul bergabung dalam kelompok belajar di UT Sorong. Dengan adanya rencanya dua kabupaten menggabung, layanan pendidikan UT Sorong sudah mencapai seluruh Kabupaten di Papua Barat. Gedung baru UT Sorong terdiri dari tiga lantai dan cukup megah.
Pada kesempatan sama, Rektor UT Ojat Darojat mengatakan di masa mendatang UT Sorong akan membuka kelompok belajar di semua kabupaten. “Ini sesuai dengan moto UT, yakni menjangkau yang tidak terjangkau,” kata Ojat.
Meskipun Papua Barat mempunyai tantangan kondisi geografis, kehadiran UT ini diupayakan tidak akan terkendala jarak dan waktu. Belum lama ini UT membuka kelompok belajar di Pegunungan Arfak yang jarak perjalanan 5 jam dari Kota Sorong, dengan medan yang cukup menantang. “Di sana tidak ada internet. Adanya cuma layanan telepon. Tapi kami bisa menjangkau ke sana,” tambah Ojat. (MS/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved